Penurunan Persediaan AS Angkat Harga Minyak Lebih Tinggi

- Pewarta

Jumat, 25 Oktober 2019 - 06:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Jumat pagi (25/10/2019), karena penurunan mengejutkan persediaan minyak mentah Amerika Serikat dan prospek penurunan produksi lebih lanjut oleh produsen minyak utama mengimbangi kekhawatiran tentang melemahnya permintaan global.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember, naik 0,26 dolar AS atau 0,46 persen, menjadi menetap pada 56,23 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, menyusul kenaikan 2,73 persen pada hari sebelumnya.

Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember, menguat 0,50 dolar AS atau 0,82 persen, menjadi ditutup pada 61,67 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange, setelah melonjak 2,46 persen pada Rabu (23/10/2019).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Persediaan minyak mentah AS menurun selama pekan yang berakhir 18 Oktober, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam sebuah laporan pada Rabu (23/10).

Menurut Laporan Status Bahan Bakar Minyak Mingguan, persediaan minyak mentah komersial Amerika Serikat, tidak termasuk BBM dalam cadangan strategisnya, turun 1,7 juta barel dari minggu sebelumnya. Padahal, para analis memperkirakan peningkatan 2,2 juta barel.

Harga minyak juga didukung oleh berita bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya sedang mempertimbangkan untuk menerapkan pengurangan produksi yang lebih besar ketika mereka bertemu pada Desember mendatang, dalam upaya untuk melawan pertumbuhan permintaan yang lebih lemah.

Pada Juli, OPEC dan Rusia, bersama dengan anggota non-OPEC lainnya yang dikenal dengan OPEC+ sepakat untuk memperpanjang pengurangan produksi 1,2 juta barel per hari selama sembilan bulan, sebuah langkah yang dirancang untuk menjaga harga minyak tidak jatuh. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB