Pengusaha Harus Kreatif Hadapi Menguatnya Dolar AS

- Pewarta

Jumat, 7 September 2018 - 03:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Pekalongan – Kamar Dagang Indonesia Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mengingatkan pengusaha agar kreatif dan inovatif untuk menyiasati menguatnya dolar Amerika Serikat terhadap nilai tukar rupiah agar usahanya tetap berkembang dan keluar dari krisis.

“Kami mempunyai strategi sendiri dengan mengarahkan para pengusaha pada kondisi apapun tetap kreatif, inovatif. Kita sejak krisis moneter pada 1998 dan 2002 itu sudah terbiasa sehingga pengusaha harus inovatif,” kata Ketua Kadin Kabupaten Pekalongan Failasuf.

Ia mengatakan para pengusaha jangan melihat sisi rupiah meski dilihat kenaikan nilai dolar AS saat ini paling cukup tinggi sejak krisis moneter.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita sempat membahas tentang melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Akan tetapi kita tetap sepakat harus membangun pikiran yang positif dan tetap semangat,” katanya.

Menurut dia, menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah sangat berpengaruh terhadap harga barang, terutama pada biaya produksi sehingga hal itu berdampak pada nilai jual produk.

Bagi barang impor seperti kain sutra atau benang sutra atau barang lain impor, kata dia, yang sangat berpengaruh terhadap harga dan biaya produksi karena bahan bakunya didatangkan dari luar negeri seperti benang, obat obatan pewarna, dan canting tembaga.

“Jadi, hampir semua berpengaruh terhadap harga produk atau biaya produksi. Hal inilah, jika jangka waktunya lama maka akan memukul pelaku usaha. Kami berharap kondisi krisis ini hanya berlangsung singkat sehingga stok barang dari pembelian masa lalu dapat digunakan sekarang,” katanya.

Ia mengatakan saat ini kondisi penjualan batik belum begitu turun meski pada musim haji melemah.

“Kendati demikian, apapun keadaanya semua harus optimistis bahwa sebagai pengusaha tidak boleh patah semangat. Selain itu tak boleh melemah atau berpikir negatif tetapi harus tetap berpandangan ekonomi akan cepat membaik sehingga usaha tetap berjalan,” katanya. (kut)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru