Mediaemiten.com, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menurunkan target pendapatan daerah karena berbagai faktor di luar dugaan yang dinilai sulit dihindari.
“Kami mengajak seluruh satuan organisasi perangkat daerah, khususnya instansi pemungut, bekerja keras untuk mencapai itu supaya perubahan pendapatan daerah nanti tidak terlalu jauh,” kata Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Kotawaringin Timur, Marjuki di Sampit, Selasa (4/9/2018).
Pagu pendapatan daerah tahun 2018 awalnya ditetapkan Rp1,701 trilun lebih, namun dalam pagu APBD Perubahan tahun 2018 diturunkan menjadi Rp1,661 triliun. Artinya terjadi penurunan target pendapatan daerah sebesar Rp39,1 miliar lebih atau sekitar 2,30 persen.
Secara umum, target pendapatan asli daerah diturunkan dari Rp234.216.623.350 menjadi Rp212.034.680.592. Terjadi penurunan Rp22.181.952.758 atau 9,47 persen.
Baca Juga:
Mudahkan Perjalanan Mudik Antarpulau, BRI Hadirkan Fitur Baru Pemesanan Tiket Kapal Lewat BRImo!
Diberdayakan BRI, UMKM Papua Global Spices Berhasil Eksis di Pasar Internasional
Target pada pos lain-lain pendapatan daerah yang sah juga diturunkan, yakni dari Rp338.523.172.300 menjadi Rp321.515.752.302. Terjadi penurunan Rp17.007.419.998 atau 5,02 persen.
Secara rinci, ada empat pos pendapatan yang targetnya diturunkan, yaitu retribusi daerah, lain-lain pendapatan asli daerah yang sah, serta dana bagi hasil pajak dari pemerintah provinsi dan pemerintah daerah lainnya.
Target retribusi daerah turun dari Rp15.198.718.004 menjadi Rp12.337.766.455. Terjadi penurunan target Rp2.860.951.549 atau 18,82 persen.
Target pendapatan dari lain-lain pendapatan asli daerah yang sah diturunkan dari Rp159.626.421.871 menjadi Rp133.735.806.427. Terjadi pengurangan Rp25.890.615.444 atau 16,22 persen.
Penurunan target pendapatan juga ditetapkan pada pos dana bagi hasil pajak dari pemerintah provinsi dan pemerintah daerah lainnya, yakni dari Rp104.790.904.300 menjadi Rp87.741 572.302. Terjadi penurunan Rp17.049.331.998 atau 16,27 persen.
“Penurunan sangat terlihat pada pos lain-lain pendapatan asli daerah yang sah, yakni dari sumbangan pihak ketiga di Dinas Pertanian (sektor perkebunan kelapa sawit) yaitu sebesar Rp25,8 miliar lebih,” kata Marjuki.
Marjuki mengajak seluruh instansi, khususnya18 instansi pemungut untuk tetap optimistis karena masih banyak potensi yang bisa digali dan dioptimalkan. Dia yakin perekonomian Kotawaringin Timur akan terus meningkat dan berdampak besar terhadap kesejahteraan masyarakat. (nor)