Pemerintah Sebut Pelemahan Rupiah Tidak Perlu Dikhawatirkan Berlebihan

- Pewarta

Senin, 10 September 2018 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Pemerintah menyebutkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, yang pada pekan lalu hampir menyentuh Rp15.000 per dolar AS, memang perlu diwaspadai, tapi tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

“Depresiasi peso Argentina mencapai 49,62 persen, depresiasi lira Turki 40,7 persen, sedangkan depresiasi rupiah year to date 8,5 persen. Menurut saya, ini hanya ketakutan berlebihan, tapi harus waspada, iya,” kata Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir dalam diskusi “Bersatu untuk Rupiah” di Jakarta, Senin (10/9/2018).

Iskandar menuturkan, fundamental perekonomian Indonesia masih lebih baik dibandingkan Turki dan Argentina, terutama inflasi yang terkendali di level 3-4 persen dalam beberapa tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi dari Januari hingga Agustus 2018 hanya mencapai 2,13 persen.

“Kita baru khawatir kalau inflasi kita tinggi. Kekhawatiran fundamental kita itu rapuh, tidak pas,” ujar Iskandar.

Ia pun menyinggung soal defisit neraca transaksi berjalan yang tercatat delapan miliar dolar AS atau 3,04 persen dari produk domestik bruto (PDB) atau lebih tinggi dibandingkan defisit triwulan sebelumnya sebesar 5,7 miliar dolar AS atau 2,21 persen dari PDB dan melewati batas aman defisit transaksi berjalan yaitu tiga persen.

Menurut Iskandar, setiap triwulan kedua, defisit neraca transaksi berjalan, memang cenderung tinggi seperti pada triwulan II 2014 yang mencapai 4,24 persen.

“Pada kuartal kedua kita kemarin kan banyak repatriasi keuntungan, makanya neraca pendapatan primer kita defisit cukup besar. Tapi, current account deficit 3,04 persen itu bukan kiamat, bukan merupakan suatu krisis,” kata Iskandar.

Walaupun pada triwulan kedua 2018 defisit transaksi berjalan sudah mencapai batas maksimal yang dianggap aman yaitu tiga persen, namun jika dihitung per semester I 2018, defisit transaksi berjalan sebenarnya baru mencapai 2,6 persen dari PDB.

Kendati demikian, Iskandar mengakui defisit neraca perdagangan Indonesia perlu menjadi perhatian. Oleh karena itu, pemerintah bersama Bank Indonesia juga melakukan berbagai upaya strategis untuk mengurangi impor dan meningkatkan ekspor.

“Kondisi global yang penuh ketidakpastian ini berpengaruh ke negara kita. Tapi, kita perlu waspada juga karena neraca dagang kita memang negatif. Kalau defisit transaksi berjalan memang sudah biasa, setiap triwulan kedua selalu defisitnya besar. Tapi defisit neraca perdagangan 3,1 miliar dolar di tengah ketidakpastian ini memang harus kita tangani,” kata Iskandar.

Berdasarkan kurs tengah BI, nilai tukar rupiah pada Senin mencapai Rp14.835 per dolar AS, menguat dibandingkan hari akhir pekan lalu tau Jumat (7/9) Rp14.884 per dolar AS. (cit)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru