Pemerintah-BI Sepakat Fokus Kendalikan Inflansi

- Pewarta

Jumat, 24 Agustus 2018 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sepakat hingga akhir 2018 fokus pada langkah mengendalikan inflasi “volatile foof” sebesar 4-5 persen, antara lain melalui penguatan posisi cadangan beras pemerintah (CBP).

Selain itu juga sepakat menetapkan acuan kebijakan pengendalian inflasi 2019-2021 yang difokuskan pada upaya memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi dengan didukung ketersediaan data yang akurat, kerja sama antardaerah, perbaikan sarana produksi, dan infrastruktur, demikian info terbaru Departemen Komunikasi BI, di Jakarta, Jumat (24/8/2018).

Dikatakan, pemerintah dan BI menyepakati langkah-langkah strategis untuk menjaga inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran 3,5 persen plus minus satu persen untuk 2018-2019 dan membawa inflasi dalam tren yang menurun menjadi 3,0 persen plus minus satu persen pada jangka menengah 2020-2021.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah-langkah tersebut terutama ditujukan untuk menjaga inflasi “volatile food” di kisaran 4 persen melalui empat pilar strategi yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif.

Menurut Departemen Komunikasi BI, kesepakatan itu merupakan kesimpulan yang mengemuka dalam rapat koordinasi antarpimpinan lembaga dan kementerian yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat pada Jumat (24/8/2018) di Jakarta.

Pertemuan dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua TPIP dan dihadiri oleh Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, dan Gubernur Bank Indonesia serta para pejabat dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian BUMN, Kementerian Pertanian, Kementerian Perhubungan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Sekretariat Kabinet, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badan Pusat Statistik, dan Perum BULOG.

Selain itu, rapat koordinasi juga mencermati adanya faktor risiko meningkatnya tekanan inflasi, terutama inflasi “volatile food”, yang disebabkan oleh gangguan cuaca.

Rapat koordinasi juga menyepakati untuk terus melakukan komunikasi yang efektif kepada masyarakat guna mengelola ekspektasi.

Ke depan, BI dan pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dan menyinergikan kebijakan untuk dapat mencapai inflasi yang rendah dan stabil guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkesinambungan, seimbang, dan inklusif. (buc)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

Thunes Luncurkan Pembayaran di Waktu Nyata ke Selandia Baru

Selasa, 21 Apr 2026 - 02:00 WIB