Pasar Australia Dibuka Menguat Meski Tertekan Saham Perbankan

- Pewarta

Senin, 4 November 2019 - 03:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Sydney – Pasar saham Australia dibuka lebih tinggi pada perdagangan Senin pagi (4/11/2019), karena lonjakan saham sektor material mengimbangi tekanan dari sektor perbankan.

Pada pukul 10.45 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 naik 30,50 poin atau 0,46 persen menjadi 6.699,60 poin, sedangkan indeks All Ordinaries yang lebih luas naik 31,60 poin atau 0,47 persen pada 6.810,70 poin.

Indeks Aussie secara luas lebih tinggi dengan sektor material memimpin lonjakan diikuti saham-saham teknologi dan energi, sementara sektor lain juga membaik.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, saham bank-bank secara tegas lebih rendah dengan sebagian besar dari empat bank besar kehilangan pijakan, tidak termasuk Westpac Bank yang memasuki penghentian perdagangan menyusul berita tentang upaya peningkatan ekuitas.

Raksasa perbankan ini mencatat tahun terburuk dalam lebih dari satu dekade dalam hal pendapatan, menutup serangkaian hasil laba yang lebih lembut untuk bank-bank Australia.

“2019 merupakan tahun yang mengecewakan. Hasil keuangan turun secara signifikan dalam lingkungan suku bunga rendah yang menantang, pertumbuhan rendah,” kata CEO Westpac Brian Hartzer dalam sebuah pesan kepada para pemegang saham.

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia merosot dengan Commonwealth Bank turun 0,95 persen, ANZ turun 0,31 persen, National Australia Bank turun 2,34 persen, dan Westpac Bank tidak berubah.

Saham-saham pertambangan beragam dengan BHP naik 2,16 persen, Rio Tinto naik 3,09 persen dan Fortescue Metals naik 2,44 persen, namun penambang emas Newcrest turun 0,22 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas reli dengan Oil Search naik 0,90 persen, Santos naik 0,61 persen, dan Woodside Petroleum naik 1,63 persen.

Supermarket terbesar Australia terangkat dengan Coles naik 0,27 persen, dan Woolworths naik 0,90 persen.

Sementara itu raksasa telekomunikasi Telstra menguat 0,14 persen, maskapai penerbangan nasional Qantas melonjak 2,40 persen dan perusahaan biomedis CSL naik 0,48 persen. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru