Paruh Kedua Tahun Ini, ENRG Mau Lebih Aktif Ngebor

- Pewarta

Rabu, 1 Agustus 2018 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) berencana untuk menambah aktifitas pemboran dari aset Kangean, Jawa Timur dan Bentu, Riau serta Malacca Strait, Riau dan Tonga, Sumatera Utara. Hal ini demi meningkatkan produksi minyak dan gas perusahaan.

Anak usaha milik grup Bakrie ini sejak Semester I 2017 lalu tak lagi mengelola aset Offshore North West Java (ONWJ). Hal ini berdampak pada produktivitas dan pendapatan ENRG sepanjang tahun ini.

“Perseroan masih dapat membukukan kinerja keuangan positif terlepas dari sudah tidak adanya aset ONWJ sejak semester pertama di tahun 2017,” kata Direktur PT Energi Mega Persada Tbk, Syailendra S. Bakrie dalam keterangan resminya di Jakarta (31/7/2018).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan laporan keuangan interim perusahaan, hingga kuartal I 2018 ini, perseoran membukukan penjualan neto sebesar US$66,7 juta, turun 26,6% dari periode yang sama setahun sebelumnya.

Adapun laba usaha ENRG adalah sebesar US$14 juta, anjlok 56,1% dari periode yang sama di tahun 2017. Selain itu, ENRG juga terbebani beban keuangan yang cukup tinggi yakni sebesar US$12,9 juta.

Akibatnya, laba periode berjalan ENRG hanya tersisa US$1,9 juta, turun dari US$67,2 juta pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

“Perseroan berencana untuk menurunkan pinjaman dan beban bunga terkait sebelum akhir tahun ini,” lanjut Syailendra.

Untuk itu, ENRG saat ini sedang merencanakan beberapa aksi korporasi sebelum akhir tahun 2018. Hal ini diharapkan dapat memperbaiki likuiditas dan meningkatkan produksi perseroan.

Sebelumnya, pada pertengahan Februari lalu, anak usaha ENRG, yakni PT Energi Mega PTA (EM PTA), melakukan penandatangan nota kesepakatan (Memorandum of Agreement) untuk pendirian fasilitas pabrik yang akan memproduksi Purified Terephthalic Acid (PTA).

Perseroan tengah mengambil peluang untuk melakukan diversifikasi dengan memasuki bisnis industri petrokimia yang sedang tumbuh dengan arus kas yang stabil, Demikian. seperti dilansir Wartaekonomi.co.id. (*)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru