Oktober 2022, Neraca Perdagangan RI Surplus US$ 5,67 Miliar

- Pewarta

Selasa, 15 November 2022 - 17:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDIA EMITEN – Neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 5,67 miliar pada Oktober 2022 dengan nilai ekspor US$ 24,81 miliar dan impor US$ 19,14 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Setianto, mengatakan perdagangan Indonesia mengalami surplus terbesar dengan tiga negara yaitu India, Amerika Serikat, dan China.

“Surplus perdagangan barang pada Oktober 2022 merupakan surplus neraca perdagangan selama 30 bulan berturut-turut sejak Mei 2022,” katanya di Jakarta, Selasa 15 November 2022.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan, perdagangan dengan India surplus US$ 1,69 miliar. Komoditas utama penyumbang surplus yakni bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan nabati, serta besi dan baja.

Kemudian dengan Amerika Serikat, Indonesia surplus US$ 1,28 miliar, dengan komoditas utama mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, lemak dan minyak hewan nabati, dan alas kaki.

Sementara surplus RI dengan China surplus US$ 1,04 miliar dengan komoditas penyumbang  utama yakni bahan bakar mineral, besi dan baja, serta lemak dan minyak hewan nabati.

Namun, lanjutnya, neraca perdagangan Indonesia juga mengalami defisit dengan tiga negara utama yaitu  Australia, Brazil, dan Korea Selatan.

Adapun defisit dengan Australia mencapai US$ 533,8 juta dengan komoditas utamanya serealia, bahan bakar mineral, dan binatang hidup. Kemudian dengan Brazil defisit US$ 314 juta dengan komoditas utamanya ampas dan sisa industri makanan, gula dan kembang gula, serta daging hewan.

Sedangkan dengan Korea Selatan defisit senilai US$ 183,8 juta dengan komoditas utama mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya, dan besi baja.

Neraca perdagangan barang Indonesia secara kumulatif pada Januari-Oktober 2022, lanjutnya, mengalami surplus sebesar US$ 45,52 miliar atau tumbuh 47,32% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Jadi total surplus pada periode Januari-Oktober 2022 ini sudah lebih besar dari total surplus neraca perdagangan sepanjang 2021 yang angkanya US$ 35,42 miliar,”kata Setianto.

Secara rinci, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit dengan 11 negara anggota G20 dimana tiga besar diantaranya dengan Australia, Tiongkok, dan Arab Saudi. Namun juga mengalami surplus dengan beberapa negara anggota G20 lainnya yaitu Amerika Serikat, India, dan Uni Eropa.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru

Pers Rilis

Thunes Luncurkan Pembayaran di Waktu Nyata ke Selandia Baru

Selasa, 21 Apr 2026 - 02:00 WIB