OJK Diminta Transparan Jamin Keamanan Investor

- Pewarta

Kamis, 4 Oktober 2018 - 03:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam meminta Otoritas Jaksa Keuangan (OJK) sebagai lembaga pengawas keuangan, perbankan dan asuransi, dapat bersikap transparan dan bijaksana dalam menjamin keamanan investor Ecky Awal Mucharam mengatakan hal itu di Jakarta, Rabu (3/10/2018), menanggapi keluhan pemegang saham pada PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk atas pembobolan deposito yang menjadi modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) sebesar Rp27 miiar.

Pada kesempatan tersebut, praktisi hukum pasar modal, Aksioma Lase, mengatakan, pemilik saham baru PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk deposito MKBDnya dibobol sebesar Rp27 miliar dan tekah dilaporkan ke OJK sejak Maret 2018, tapi belum ditindaklanjuti.

“OJK memiliki kewenangan untuk memastikan keamanan investor. Kasus apapun baik di perbankan atau di perusahaan securitas, bisa adalam bentuk obligasi termasuk asuransi, menjadi tanggungjawab OJK,” katanya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ecky Awal Mucharam menyatakan, kaget karena ada pengaduan yang dilakukan oleh pemiik saham perusahaan terbuka kepada OJK sampai enam bulan belum ditindaklanjuti. Padahal, kata dia, investasi di perusahaan terbuka adalah dana publik.

Pada kesempatan tersebut, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyarankan agar pemegang saham baru PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk yang merasa diabaikan oleh OJK untuk mengadukan persoalannya ke DPR RI.

“Terus saya cukup kaget, karena pengaduan sampai enam bulan belum ditindaklanuti. Saya sarankan mengadu ke DPR RI, melalui Komisi XI yang membidangi keuangan,” katanya.

Menurut Ecky agar pengaduan tersebut diajukan melalui prosedur normal yakni mengirimkan surat pengaduan dengan lampiran data-data yang menjadi persoalan. “Komisi XI DPR yang anggotanya dari 10 fraksi di DPR akan menindaklanjutinya,” katanya.

Ecky menegaskan, Komisi XI DPR RI akan memanggil para pihak untuk dilakukan klarifikasi sehingga duduk persoalannya menjadi jelas untuk mencari solusi bersama.

Sementara itu, Praktisi Hukum Pasar Modal, Aksioma Lase mengatakan, kasus pembobolan deposito yang dihadapi pemegang saham pada PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk, sudah dilaporkan ke OJK pada Maret lalu, tapi sampai saat ini belum ditindaklanjuti. Menurut Aksioma Lase, sejak melapor ke OJK pemilik saham di PT Yulie Sekuritas tidak mendapat informasi dari OJK dan OJK juga tidak meminta keterangan kepada terlapor yakni pemilik saham lama di PT Yulie Sekuritas maupun PT Bank Mandiri, yang mencairkan deposito MKBD. (iza)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru