Nasdaq Anjlok Hampir 4%, Terendah Sejak Desember 2020

- Pewarta

Rabu, 27 April 2022 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN –Tiga indeks utama saham di Bursa Wall Street ditutup anjlok pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dengan Nasdaq turun hampir 4%, level terendah sejak Desember 2020. Ivestor khawatir Federal Reserve (Fed) akan lebih agresif.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 809,28 poin atau 2,38%, menjadi 33.240,18 poin. Indeks S&P 500 terpangkas 120,92 poin atau 2,81% menjadi 4.175,20 poin. Nasdaq Composite terpuruk 514,11 poin atau 3,95% menjadi 12.490,74.

Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor konsumen non-primer dan teknologi masing-masing merosot 4,99% dan 3,71%, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor energi menguat 0,05%, satu-satunya kelompok yang memperoleh keuntungan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tesla terperosok 12% setelah investor khawatir bahwa Kepala Eksekutif Elon Musk mungkin menjual sebagian sahamnya di pembuat mobil listrik itu untuk membantu membayar kesepakatan senilai 44 miliar dolar AS untuk membeli Twitter.

Tesla berkontribusi lebih banyak daripada saham lainnya pada S&P 500 dan penurunan tajam Nasdaq.
Penurunan Nasdaq merupakan satu hari tertajam sejak September 2020. Indeks teknologi-berat sekarang telah turun 22% dari rekor penutupan tertinggi November lalu.

Indeks konsumen non-primer S&P 500 yang kehilangan 4,99% dan berada di antara yang terburuk dari 11 indeks sektor, ditarik lebih rendah oleh Tesla, dan juga oleh penurunan 4,6% di Amazon.

Indeks energi S&P 500 adalah satu-satunya sektor yang naik, karena harga minyak rebound menyusul laporan bahwa pasokan gas Rusia ke Polandia akan dihentikan Rabu, sebuah perkembangan yang dipandang sebagai eskalasi ketegangan antara Rusia dan Barat atas Ukraina.

Saham-saham pertumbuhan yang sebelumnya diminati telah terpukul dalam beberapa pekan terakhir karena investor resah tentang dampak suku bunga yang lebih tinggi pada pendapatan masa depan mereka.

COVID-19 di China menyebabkan penguncian dan poros agresif oleh bank-bank sentral utama untuk memerangi inflasi telah membayangi apa yang telah menjadi musim laporan keuangan kuartalan perusahaan yang lebih baik dari perkiraan sejauh ini.

Sementara itu, data menunjukkan kepercayaan konsumen AS turun tipis pada April, meskipun rumah tangga berencana untuk membeli mobil dan banyak peralatan, yang akan membantu menopang belanja konsumen pada kuartal kedua.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 12,3 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 12,6 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru