MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah 12, 35poin atau 0,18% ke posisi 6.798,96 pada akhir perdagangan Rabu 12 April 2023. Meski IHSG melemah, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net foreign buy) sebesar Rp 1,82 triliun di seluruh pasar.
Saham-saham yang banyak dibeli asing dengan mencatatkan net foreign buy terbanyak rantara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 541,32 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 408,58 miliar, PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) Rp 211,33 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 181,66 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 173,34 miliar.
Sebaliknya, asing mencatatkan penjualan bersih (net foreign sell) terbanyak pada saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 91,57 miliar, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) Rp 24,32 miliar, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Rp 19,63 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 18,56 miliar, dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 15,08 miliar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para pelaku pasar bersikap hati-hati menjelang rilis laporan inflasi AS yang bisa mempengaruhi keputusan suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed) pada Mei 2022.
Sebelumnya, Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee menekankan kehati-hatian dengan memperingatkan bahwa The Fed harus berhati-hati dalam menaikkan suku bunga dalam upayanya untuk menjinakkan inflasi.
Selain itu, IMF merevisi pertumbuhan ekonomi global sebelumnya dari 2,9% menjadi 2,8% pada 2023, dan menjadi tiga persen dari 3,1% pada 2024.
Proyeksi tersebut terpengaruh oleh dampak dari kebijakan bank sentral di dunia dalam melawan inflasi, sehingga menggunakan kebijakan moneter yang ketat.
Baca Juga:
Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor meningkat dimana sektor industri paling tinggi yaitu 0,97%, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor keuangan naik masing-masing 0,34% dan 0,19%.
Sedangkan tujuh sektor terkoreksi dimana sektor energi turun paling dalam minus 1,62%, diikuti sektor teknologi dan sektor barang kesehatan yang masing-masing minus 1,45 %dan 0,53%.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PADA, CHEM, HOMI, WEHA, dan CHIP. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni HAJJ, ESSA, ITMG, HALO, dan GDST.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.335.408 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 17,56 miliar lembar saham senilai Rp10, 56 triliun. Sebanyak 230 saham naik, 302 saham menurun, dan 198 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 159,29 poin atau 0,57% ke 28.082,6, indeks Hang Seng melemah 175,38 poin atau 0,86% ke 20.309,8,indeks Shanghai menguat 13,61 poin atau 0,41% ke 3.327,1,dan indeks Straits Times melemah 11,36 poin atau 0,34% ke 3.286,4.








