Menyusul Sekawan Intipratama (SIAP), Dua Emiten Ini Juga Terancam Delisting

- Pewarta

Selasa, 18 Juni 2019 - 03:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia resmi menghapus pencatatan efek saham PT Sekawan Intipratama Tbk. (SIAP) per Senin (17/6/2019). Selain SIAP, masih ada dua emiten lagi yang terancam didepak dari Bursa Efek Indonesia karena tak menunjukkan keberlangsungan usaha.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna Setia menjelaskan, untuk mengeluarkan perusahaan dari papan pencatatan (delisting), bursa mempertimbangkan aspek legal dan operasional. Pertimbangan lain, saham tidak ditransaksikan di pasar reguler dan tunai dalam 24 bulan.

Meski demikian, BEI tidak serta merta melakukan delisting terhadap saham SIAP meski telah disuspensi 24 bulan. Ketika itu BEI melakukan monitoring terhadap aspek keberlangsungan usaha perseroan.

Meski sejumlah proses telah dilakukan, tetapi emiten tidak menunjukkan perkembangan. Sehingga, bursa melakukan delisting terhadap saham SIAP.

“Kalau perusahaan ini sudah sampai 44 bulan tidak diperdagangkan. Artinya bursa sudah memberikan waktu kepada mereka. Kami telah memberikan kesepatan mereka untuk memperbaiki going concern [aspek keberlangsungan usaha],” katanya pada Senin (17/6/2019).

Nyoman mengungkapkan, saat ini bursa tengah memproses dua emiten yang berpotensi delisting. Keduanya yakni PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk. (BORN) dan PT Bara Jaya International Tbk. (ATPK).

BORN telah mendapatkan suspensi sejak Juni 2016, sedangkan ATPK mendapatkan suspensi sejak Juli 2018. BORN memiliki masalah legal yang berakibat kepada kegiatan operasional terganggu dan membatasi ruang geraknya. Sementara itu, ATPK belum memiliki rencana perusahaan ke depan.

Dia memastikan bursa berlaku obyektif dengan memberikan kesempatan kepada manajemen melakukan tindak lanjut atas keberlangsungan usaha perseroan.

Bursa telah meminta laporan rencana perusahaan di masa depan. Namun, keduanya belum dapat menyampaikan rencana perusahaan.

“Permasalahan banyak di going concern. Mereka tidak dapat mengeksekusi atau malah ada satu perusahaan tercatat yang tidak memiliki rencana perbaikan bisnisnya,” jelasnya.

Nyoman tidak menyebutkan batas waktu kepada emiten untuk menyampaikan komitmen atas keberlangsungan usahanya. Namun, dia menyebutkan, batas suspensi bagi emiten 24 bulan. (*)

Rilisbisnis.com mendukung program publikasi press release di media khusus ekonomi & bisnis untuk memulihankan citra yang kurang baik ataupun untuk meningkatan reputasi para pebisnis/entrepreneur, korporasi, institusi ataupun merek/brand produk.

Berita Terkait

Kejaksaan Agung Sita Pertambangan Komoditas Nikel Milik Terpidana Heru Hidayat di Sulawesi Selatan
Terungkap OJK, Penyalahgunaan Dana Investor yang Dititipkan kepada Influencer Ahmad Rafif Raya
Penanganan Kasus Tambang Emas Tanpa Izin di Ketapang Diserahkan Ditjen Minerba ke Kejaksaan Negeri
Dapat Dukungan, Rencana Pembentukan Pansus Dugaan Mark Up Impor 2,2 Juta Ton Beras dari Vietnam
Dapat Dukungan, Rencana Pembentukan Pansus Dugaan Mark Up Impor 2,2 Juta Ton Beras dari Vietnam
BNSP Berikan Sertifikat Lisensi kepada LSP IKEPAMI, Dukung Kualitas SDM Pasar Modal Indonesia
Dampak Serangan Siber terhadap Server PDN, Dirjen Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan Undur Diri
Kejagung Sita Gula Kristal Putih 413 Ton dan Gula Kristal Mentah 300 Ton dalam Kasus Impor Gula PT SMIP
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 10 Juli 2024 - 13:28 WIB

Kejaksaan Agung Sita Pertambangan Komoditas Nikel Milik Terpidana Heru Hidayat di Sulawesi Selatan

Rabu, 10 Juli 2024 - 10:28 WIB

Terungkap OJK, Penyalahgunaan Dana Investor yang Dititipkan kepada Influencer Ahmad Rafif Raya

Rabu, 10 Juli 2024 - 08:19 WIB

Penanganan Kasus Tambang Emas Tanpa Izin di Ketapang Diserahkan Ditjen Minerba ke Kejaksaan Negeri

Sabtu, 6 Juli 2024 - 09:21 WIB

Dapat Dukungan, Rencana Pembentukan Pansus Dugaan Mark Up Impor 2,2 Juta Ton Beras dari Vietnam

Sabtu, 6 Juli 2024 - 08:35 WIB

Dapat Dukungan, Rencana Pembentukan Pansus Dugaan Mark Up Impor 2,2 Juta Ton Beras dari Vietnam

Jumat, 5 Juli 2024 - 21:22 WIB

BNSP Berikan Sertifikat Lisensi kepada LSP IKEPAMI, Dukung Kualitas SDM Pasar Modal Indonesia

Kamis, 4 Juli 2024 - 13:36 WIB

Dampak Serangan Siber terhadap Server PDN, Dirjen Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan Undur Diri

Rabu, 3 Juli 2024 - 14:57 WIB

Kejagung Sita Gula Kristal Putih 413 Ton dan Gula Kristal Mentah 300 Ton dalam Kasus Impor Gula PT SMIP

Berita Terbaru