Mau IPO, Perusahaan Pengolahan Plastik Patok Harga Segini

- Pewarta

Selasa, 18 Juni 2019 - 02:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Inocycle Technology Group Tbk , perusahaan industri serat stapel buatan dan industri non – moven (bukan tenunan) berencana masuk ke pasar modal dengan menyelenggarakan pencatatan saham perdana (Initial Public Offering/ IPO ) di lantai Bursa Efek Indonesia ( BEI ).

Perseroan akan melepas sahamnya ke publik sebanyak-banyaknya sebesar 800.000.000 atau sebesar 39,99% saham biasa atas nama yang merupakan saham baru dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan nominal Rp 100, dengan range harga penawaran sebesar Rp240-Rp380 per saham.

Sehingga, dana yang akan dihimpun perseroan dari aksi tersebut ditaksir akan mencapai Rp192 miliar hingga Rp304 miliar.Â

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur PT Inocycle Technology Group Tbk Suhendra Setiadi memaparkan, seluruh dana hasil IPO tersebut akan digunakan sekitar 40 persen untuk pembayaran hutang kepada PT Putra Kary International, 30 persen untuk pengembangan bisnis baru melalui anak perusahaan baru dalam bentuk usaha patungan.

Sementara sekitar 30 persen akan digunakan untuk menambah modal kerja perseroan guna mendukung kegiatan operasional, diantaranya untuk pembelian baku.

Kami akan mengembangkan lebih lanjut di masa depan karena kami akan melindungi lingkungan dan tren yang memakai recycle fiber akan terus meningkat, ujarnya di gedung IoB Jakarta, Senin (17/6/2019).Â

Sementara Direktur Utama Jaehyuk Choi mengatakan, selain itu kemampuan pengembangan produk dan kapabilitas produksi yang kuat dan rekam jejak pada inovasi produk yang telah terbukti merupakan salah satu keunggulan kami dibandingkan dengan pesaing.

“Kami juga memiliki tim manajemen yang berpengalaman dengan rekam jejak yang baik dalam industri memberikan nilai tambah bagi kami, tuturnya.

Jaehyuk menambahkan, laba bersih setelah pajak pada akhir tahun 2018 sebesar Rp 16.041 juta atau mengalami kenaikan sebesar 5,1 persen jika dibandingkan dengan laba bersih setelah pajak untuk tahun yang berakhir akhir 2017 sebesar Rp 15.256 juta. Kenaikan ini seiring dengan naiknya laba kotor, laba usaha, dan laba sebelum pajak yang masing-masing mengalami kenaikan sebesar 47,1 persen, 55,1 persen, dan 9,4 persen.

Dalam penawaran umum perdana saham ini, bertindak sebagai penjamin emisi efek yanh telah ditunjuk oleh perseroan yaitu PT Shinhan Sekuritas dan PT Bahana Sekuritas.

Struktur pemegang saham sebelum penawaran umum dimiliki oleh PT Hilon Indonesia sebesar 68,61 persen dan PT Samudera Industri sebesar 31,39 persen. (*)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru