Mandiri Perkirakan Pertumbuhan Kredit 2019 Melambat

- Pewarta

Kamis, 18 Oktober 2018 - 03:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk memerkirakan pertumbuhan kredit perseroan akan melambat menjadi 11,5 persen (yoy) pada 2019 dari 13 persen (yoy) di 2018 karena eskalasi perang dagang dan tekanan nilai tukar di pasar finansial.

“Karena ada beberapa faktor yang berdampak ke likuiditas,” kata Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan usai jumpa pers paparan kinerja di Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Sumber laba Mandiri pada 2019, kata Panji, masih ditopang pendapatan bunga, kemudian ditambah meningkatnya pendapatan berbasis komisi dan juga pendapatan investasi seperti dari obligasi negara.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tahun 2018, Mandiri meyakini dapat mendongkrak pertumbuhan kredit hingga 13 persen dan mengantongi laba Rp24 triliun hingga akhir tahun. Di akhir September 2018, kredit Mandiri sudah tumbuh 13,8 persen (yoy).

Tahun depan, kata Panji, tantangan terberat datang dari dampak eskalasi perang dagang antara dua negara raksasa dunia China dan AS. Ketidakpastian yang ditimbulkan konflik tarif itu bisa membuat ekspansi bisnis terhambat dan gejolak di pasar finansial.

Selain itu, kelanjutan normalisasi Bank Sentral AS The Federal Reserve, melalui suku bunga acuan, akan memberi dampak terhadap arus likuiditas global yang juga akan mempengaruhi kondisi likuiditas domestik.

Olah karena ketidakpastian global itu pula, Mandiri memperkirakan Bank Indonesia masih akan menaikkan suku bunga acuannya satu kali lagi di kuartal IV 2018 menjadi enam persen pada 2018.

“Arus dana cukup besar mengalir ke negara asal (dari negara berkembang) karena suku bunga aset dolar AS menguat. BI aan melakukan pengetatatn dari suku bunga,” kata Wakil Direktur Utama Mandiri Sulaiman Arif Arianto. (iap)

Berita Terkait

Emiten Berlaba Pertumbuhan Kinerja Wilmar Group Dibayangi Kasus Perampasan Lahan Rakyat
Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media
Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 07:48 WIB

Emiten Berlaba Pertumbuhan Kinerja Wilmar Group Dibayangi Kasus Perampasan Lahan Rakyat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Rochmad Widodo Jadi Pemimpin Redaksi Serambiislam.com dan Jaziranews.com, Ini Fokus SapuLangit Media

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Media Saatini.com Bidik 100 Portal Media pada 2026, Buka Peluang Kemitraan Digital bagi UMKM dan Tokoh Publik

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Berita Terbaru