MAMI : Semester I 2019, Pasar Obligasi Menguat 8,21 Persen

- Pewarta

Kamis, 18 Juli 2019 - 08:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) mencatat sepanjang tahun berjalan hingga akhir Juni, pasar obligasi Indonesia telah mencatat penguatan 8,21 persen. Hal ini dipengaruhi oleh iklim pasar finansial yang saat ini sangat suportif bagi pasar obligasi domestik.

Menurut Senior Portfolio Manager Manulife Aset Manajemen Indonesia Syuhada Arie, ada potensi lebih lanjut untuk pasar obligasi Indonesia. “Kebijakan The Fed mengarah lebih akomodatif, adanya potensi penurunan suku bunga Bank Indonesia, dan kenaikan peringkat kredit Indonesia dari S&P merupakan faktor-faktor yang positif bagi pasar obligasi Indonesia,” ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (18/7/2019).

Selain itu, lanjut Syuhada, saat ini sekitar 29 persen dari obligasi di dunia atau sekitar 12,5 triliun dolar AS berada pada level imbal hasil negatif. Kondisi ini berpotensi mendorong global yield hunt, dimana investor akan mencari investasi yang masih menawarkan imbal hasil positif.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pasar obligasi Indonesia dapat diuntungkan dari situasi ini karena obligasi Indonesia menawarkan imbal hasil yang tinggi. Kondisi makroekonomi kita juga suportif, di mana nilai tukar rupiah bergerak stabil, dan kondisi politik pascapemilu juga sudah lebih tenang,” jelasnya.

Menurutnya gabungan kondisi tersebut menciptakan iklim yang sangat kondusif bagi pasar obligasi domestik. Di sisin lain, menurutnya ada beberapa keunggulan berinvestasi di reksa dana obligasi dibandingkan dengan berinvestasi di obligasi secara langsung.

Pertama biaya minimum investasi di reksa dana obligasi relatif terjangkau. Hanya dengan Rp 100 ribu, investor bisa mulai berinvestasi di reksa dana obligasi.

“Untuk membeli obligasi secara langsung dibutuhkan minimum investasi yang jauh lebih besar,” ucapnya.

Kedua, menurutnya, pengelolaan aktif, reksa dana obligasi dikelola oleh tim manajer investasi yang profesional dengan strategi pengelolaan aktif. Pengelolaan aktif artinya manajer investasi dapat merubah posisi lebih agresif atau lebih konservatif sesuai dengan outlook dan kondisi pasar terkini. Oleh karena itu manajer investasi dapat memanfaatkan fluktuasi di pasar untuk mendapatkan return yang lebih optimal.

Maka dengan kondisi tersebut pihaknya masih memandang positif potensi pasar obligasi Indonesia. Untuk memanfaatkan momentum positif ini portofolio kami berada pada postur yang agresif dengan posisi overweight terhadap benchmark.

Tentunya posisi ini dapat berubah dari waktu ke waktu tergantung pada dinamika pasar ke depannya. “Beberapa faktor risiko apabila ada perubahan ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi global, perubahan ekspektasi mengenai suku bunga The Fed, dan apabila tensi dagang memanas dan berpotensi terjadinya eskalasi perang dagang besar-besaran atau meluas mencakup negara lain,” ungkapnya. (*)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru