Lelang SBSN Serap Rp5,17 Triliun

- Pewarta

Rabu, 8 Agustus 2018 - 03:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Pemerintah menyerap dana Rp5,17 triliun dari lelang enam seri surat berharga syariah negara (SBSN) pada Selasa, dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp10,89 triliun.

Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Selasa (7/8/2018), menyebutkan dana yang diserap itu memenuhi target indikatif sebesar Rp4 triliun.

Jumlah yang dimenangkan untuk seri SPNS08022019 mencapai Rp0,85 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,23713 persen dan imbalan secara diskonto.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 8 Februari 2019 sebesar Rp3,61 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 6,125 persen dan tertinggi 6,75 persen.

Jumlah yang dimenangkan untuk seri SPNS08052019 mencapai Rp1,2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,46875 persen dan imbalan secara diskonto.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 8 Mei 2019 sebesar Rp2,76 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 6,4375 persen dan tertinggi 7 persen.

Jumlah dimenangkan untuk seri PBS016 sebesar Rp1,46 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,51984 persen dan tingkat imbalan 6,25 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Maret 2020 ini mencapai Rp2,16 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 7,40625 persen dan tertinggi 8,125 persen.

Untuk seri PBS002, jumlah dimenangkan mencapai Rp0,9 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 7,66 persen dan tingkat imbalan 5,45 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Januari 2022 ini mencapai Rp0,93 triliun, dengan imbal hasil terendah masuk 7,625 persen dan tertinggi 7,8125 persen.

Untuk seri PBS012, jumlah dimenangkan mencapai Rp0,42 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,53958 persen dan tingkat imbalan 8,875 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 November 2031 ini mencapai Rp0,92 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 8,40625 persen dan tertinggi 8,90625 persen.

Untuk seri PBS015, jumlah dimenangkan mencapai Rp0,34 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 8,76295 persen dan tingkat imbalan 8,00 persen.

Penawaran masuk untuk seri SBSN yang jatuh tempo pada 15 Juli 2047 ini mencapai Rp0,492 triliun dengan imbal hasil terendah masuk 8,65625 persen dan tertinggi 8,96875 persen. (sat)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru