Legislator Dorong Penyelesaian Utang Debitur Terdampak Gempa

- Pewarta

Kamis, 4 Oktober 2018 - 08:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Mataram – Anggota Komisi XI DPR H. Willgo Zainar mendorong Otoritas Jasa Keuangan dan perbankan serta pelaku pariwisata sebagai debitur yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Barat duduk bersama mencari solusi terbaik terkait persoalan relaksasi utang.

Dihubungi di Mataram, Kamis (4/10/2018), Willgo menyatakan, permohonan pengusaha yang bergerak di sektor perhotelan dan pariwisata untuk relaksasi atas kredit perbankannya adalah hal yang wajar.

“Itu hal yang wajar mengingat kondisi pascagempa jumlah tamu domestik dan mancanegara turun drastis dan berdampak terhadap hunian dan kunjungan pariwisata, khususnya di Lombok,” katanya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk itu, kata Willgo, ada baiknya digagas pertemuan tiga pihak antara pengusaha, perbankan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang difasilitasi Pemerintah Provinsi NTB.

“Hal itu penting dilakukan untuk merumuskan relaksasi seperti apa yang sewajarnya dapat dilakukan dalam kondisi pascabencana,” ujarnya.

Politisi Partai Gerindra dari Daerah Pemilihan NTB tersebut berharap dengan tercapainya kesepakatan yang adil tersebut bisa membangkitkan kembali geliat pariwisata dengan berbagai event nasional di NTB.

Pemerintah Provinsi NTB juga dapat melobi pemerintah pusat, dalam hal ini kementerian/lembaga untuk melakukan kegiatan-kegiatan pertemuan, seminar dan event-event tertentu di NTB.

“Dengan begitu, sektor pariwisata NTB, khususnya di Pulau Lombok segera bangkit kembali,” ucap Willgo.

Ia menambahkan anggota Komisi XI DPR juga terus melakukan komunikasi dengan OJK, baik di daerah maupun di Jakarta terkait kebijakan relaksasi.

Menurut dia, OJK mempertimbangkan skema relaksasi yang sesuai dan pantas untuk masing-masing kelompok debitur. Namun tentunya tidak akan sama skema relaksasi yang diberikan kepada pelaku usaha mikro dan kecil menengah, ritel dan pengusaha menengah besar.

“Harus dipertimbangkan dengan cermat dari dua sisi nasabah sebagai debitur dan perbankan sebagai kreditur,” kata Willgo.

Sementara itu, Ketua Tim Task Force Recovery Pariwisata NTB, Awanadhi Aswinabawa, menyatakan para pelaku usaha di Gili Trawangan, Meno dan Air, meminta bantuan kepada Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah, agar bisa mendapatkan keringanan bunga kredit.

Permintaan tersebut disampaikan pada pertemuan para pelaku pariwisata dengan Gubernur di kantor Dinas Pariwisata NTB, Rabu malam (3/10/2018).

Seperti diketahui, OJK telah mengeluarkan kebijakan memberikan perlakuan khusus pada kredit dan pembiayaan syariah dari perbankan untuk debitur atau proyek yang terdampak bencana alam di NTB.

Perlakuan khusus tersebut berupa pelonggaran aturan restrukturisasi, penilaian kualitas kredit/pembiayaan syariah, dan atau pemberian kredit atau pembiayaan syariah baru di seluruh kabupaten/kota di Pulau Lombok dan Kabupaten Sumbawa, serta Kabupaten Sumbawa Barat (Pulau Sumbawa).

OJK mencatat sebanyak 34.668 debitur perbankan umum menjadi korban gempa di NTB. Puluhan ribu korban gempa tersebut memiliki portofolio kredit mencapai Rp1,25 triliun. (KR-WLD). (awa)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru