Laba MDKA Anjlok 95,52%

- Pewarta

Jumat, 2 Juni 2023 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi:  PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)/Dok.

Foto ilustrasi: PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)/Dok.

MEDIA EMITENLaba PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) anjlok 95,52% menjadi US$ 3,11 juta pada  kuartal I 2023 dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 69,65 juta.

Berdasarkan laporan keuangan MDKA, turunnya laba dikontribusikan dari beban pokok yang membengkak, meski pendapatan emiten tambang tersebut mencatatkan kenaikan.

Pe ndapatan perseroan tercatat naik 74,03% menjadi US$ 214,21 juta dari sebelumnya sebesar US$123,08 juta. Untuk penjualan emas, perak, katoda tembaga dan feronikel domestik tercatat sebesar US$ 127,65 juta dan penjualan ekspor sebesar US$ 86,89 juta.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara dari sisi pengeluaran, beban pokok pendapatan MDKA membengkak 135,84% menjadi US$ 182,67 juta dari sebelumnya sebesar US$ 77,45 juta. Kenaikan biaya pengolahan dan pertambangan turut menjadi pendorong naiknya beban pokok pendapatan MDKA.

Secara rinci, biaya pengolahan MDKA tercatat sebesar US$189,08 juta, naik dari sebelumnya sebesar USD36,86 juta, serta biaya pertambangan naik dari US$15,10 juta menjadi USD25,57 juta. Adapun, beban umum dan administrasi perseroan tercatat sebesar USD13,54 juta atau Rp203,15 miliar.

Per Maret 2023, total nilai aset MDKA tercatat sebesar US$4 miliar tumbuh 3,41% dari posisi akhir Desember 2022 yang sebesar USD3,87 miliar. Liabilitas perseroan tercatat sebesar USD1,96 miliar dan ekuitas sebesar US$ 2,04 miliar.

Pada akhir Desember 2022 lalu, MDKA melakukan transaksi afiliasi dengan menggabungkan dua anak usahanya yakni, PT Andalan Bersama Investama (ABI) dan PT Pani Bersama Jaya (PBJ). Penggabungan keduanya guna mendukung sinergi kegiatan operasional yang dilakukan oleh ABI dan PBJ pada proyek Emas Pani di Gorontalo.

Penggabungan kedua anak usaha perseroan diyakini dapat meningkatkan kinerja keuangan perseroan, sehingga pada akhirnya dapat menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham perseroan.

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru