MEDIA EMITEN – Laba PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) anjlok 95,52% menjadi US$ 3,11 juta pada kuartal I 2023 dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 69,65 juta.
Berdasarkan laporan keuangan MDKA, turunnya laba dikontribusikan dari beban pokok yang membengkak, meski pendapatan emiten tambang tersebut mencatatkan kenaikan.
Pe ndapatan perseroan tercatat naik 74,03% menjadi US$ 214,21 juta dari sebelumnya sebesar US$123,08 juta. Untuk penjualan emas, perak, katoda tembaga dan feronikel domestik tercatat sebesar US$ 127,65 juta dan penjualan ekspor sebesar US$ 86,89 juta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara dari sisi pengeluaran, beban pokok pendapatan MDKA membengkak 135,84% menjadi US$ 182,67 juta dari sebelumnya sebesar US$ 77,45 juta. Kenaikan biaya pengolahan dan pertambangan turut menjadi pendorong naiknya beban pokok pendapatan MDKA.
Secara rinci, biaya pengolahan MDKA tercatat sebesar US$189,08 juta, naik dari sebelumnya sebesar USD36,86 juta, serta biaya pertambangan naik dari US$15,10 juta menjadi USD25,57 juta. Adapun, beban umum dan administrasi perseroan tercatat sebesar USD13,54 juta atau Rp203,15 miliar.
Per Maret 2023, total nilai aset MDKA tercatat sebesar US$4 miliar tumbuh 3,41% dari posisi akhir Desember 2022 yang sebesar USD3,87 miliar. Liabilitas perseroan tercatat sebesar USD1,96 miliar dan ekuitas sebesar US$ 2,04 miliar.
Pada akhir Desember 2022 lalu, MDKA melakukan transaksi afiliasi dengan menggabungkan dua anak usahanya yakni, PT Andalan Bersama Investama (ABI) dan PT Pani Bersama Jaya (PBJ). Penggabungan keduanya guna mendukung sinergi kegiatan operasional yang dilakukan oleh ABI dan PBJ pada proyek Emas Pani di Gorontalo.
Baca Juga:
Asian Beach Games ke-6 di Sanya Resmi Berakhir, Tim China Menempati Posisi Teratas Klasemen Medali
Penggabungan kedua anak usaha perseroan diyakini dapat meningkatkan kinerja keuangan perseroan, sehingga pada akhirnya dapat menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham perseroan.







