MEDIA EMITEN – Laba bersih PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melesat 1.549% menjadi US$ 96,79 juta atau setara Rp 1,43 triliun pada semester I-2022 dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar US$ 4,86 juta. Lonjakan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk itu nyaris 16 kali lipat dibanding periode sebelumnya.
Lonjakan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan yang melesat 152,11% menjadi US$ 341 juta, dibandingkan semester I-2021 sebanyak US$ 135,41 juta.
Pertumbuhan pendapatan Merdeka Copper ikut mengatrol beban pokok pendapatan sebanyak 121,48% (yoy) menjadi US$ 236,99 juta, sehingga menghasilkan laba kotor US$ 104,4 juta pada semester I-2022 yang naik 267,45% (yoy).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam laporan keuangan interim auditan Merdeka Copper disebutkan, perseroan berhasil membalikkan posisi beban keuangan bersih US$ 4,43 juta dan beban lain-lain bersih US$ 5,23 juta dari semester I-2021, menjadi pendapatan keuangan bersih US$ 10,91 juta dan pendapatan lain-lain bersih US$ 42,56 juta.
Alhasil, laba sebelum pajak penghasilan perseroan berhasil terkerek 2.143,27% (yoy) menjadi US$ 128,64 juta pada periode Januari-Juni 2022. Dikurangi beban pajak penghasilan US$ 28,57 juta, MDKA membukukan laba periode berjalan US$ 100,06 juta pada semester pertama tahun ini, naik 2.919,78% (yoy).
Sementara itu, jumlah aset lancar MDKA bertambah 113,44% menjadi US$ 877,95 juta dari US$ 411,31 juta akhir tahun lalu. Jumlah aset tidak lancar perseroan pertengahan tahun ini juga bertambah signifikan, mencapai 179,11% menjadi US$ 2,42 miliar dari US$ 867,27 juta pada 31 Desember 2021. Dengan demikian, jumlah aset MDKA pada akhir semester I-2022 mencatatkan nilai US$ 3,29 miliar, naik 157,98% dari posisi akhir tahun lalu.







