Kurangi Tekanan Rupiah, BI Minta Korporasi Tidak Borong Valas

- Pewarta

Kamis, 16 Agustus 2018 - 03:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Bank Indonesia (BI) meminta dunia usaha tidak memaksakan diri untuk “memborong” valuta asing (valas) dalam jumlah besar saat ini, jika tidak diperlukan, supaya tekanan nilai tukar rupiah dapat berkurang.

Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu (15/8/2018), mengatakan dunia usaha bisa memanfaatkan fasilitas penukaran (swap) lindung nilai (hedging) ataupun forward agar tidak menderita kerugian dari selisih kurs saat menarik valas beberapa waktu mendatang.

“Bagi korporasi yang butuhkan valasnya enam bulan lagi, tidak usah nubruk dolar,” katanya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam beberapa hari terakhir, Bank Sentral bisa membuka dua kali fasilitas kepada pelaku pasar untuk menggunakan swap atau sederhananya disebut barter dengan agunan. Fasilitas swap pada pagi hari ditujukan bank sentral untuk operasi moneter guna menjaga kecukupkan likuiditas. Fasilitas swap kedua di siang hari untuk lindung nilai dari volatilitas kurs.

“Jika ada kebutuhan rupiah dan ingin ingin memegang doalrnya, bisa memanfaatkan swap hedging ini sepanjang punya underlying-nya (kolateral),” ujar dia.

Saat ini, melalui operasi moneter BI, menurut Perry, biaya atau bunga swap sudah lebih murah namun tetap terbentuk dari mekanisme pasar. Maka dari itu, swap lindung nilai, menurut dia, semestinya bisa dimanfaatkan dunia usaha.

Misalnya untuk tenor swap satu bulan telah menurun dari 4,85 persen menajdi 4,62 persen. Kemudian swap tenor satu tahun telah menurun dari 5,18 persen menjadi 4,9 persen setelah.

Berdasarkan catatan Antara, pada awal 2018 lalu, bunga swap masih sempat berada di level tiga persen, tetapi naik, karena tingginya permintaan lindung nilai, yang juga disebabkan pelemahan rupiah. (iap)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru