MEDIA EMITEN – Pasar kripto kembali bergairah menyusul melambanya inflasi AS. Harga kripto utama terus melanjutkan tren positif dan Bitcoin diperdagangkan di atas US$ 24.000.
Pada perdagangan Sabtu 13 Agustus 2022, harga kripto utama menguat tajam setelah sempat hancur lebur pada awal Juni-awal Juli 2022.
Melansir data dari Coin Market Cap pada pukul 21:05 WIB, Bitcoin menguat 1,56% ke level harga US$ 24.502,63/koin. Hal sama juga terjadi pada harga Ethereum yang melonjak 2,92% ke level US$ 1.980/koin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Membaiknya harga kripto tak bisa dilepaskan dari mulai melandainya inflasi Amerika Serikat (AS). Inflasi AS pada Juli 2022 berada di 8,5% secara tahunan (year on year/yoy), melandai dibandingkan pada Juni yang tercatat 9,1%.
Pasar menilai, kurva inflasi AS sudah melewati puncaknya. Kondisi ini menjadi angin segar karena bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) diharapkan bisa menurunkan kebijakan agresifnya.
Harga kripto sempat tertekan pada Juni hingga awal Juli 2022 karena kebijakan agresif The Fed dalam menaikkan suku bunga acuan mereka. Sepanjang tahun ini, The Fed sudah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 225 bps.
Kenaikan harga kripto juga sejalan dengan penguatan bursa saham AS. Pekan ini, S&P 500 menguat 3,25%, Dow Jones naik 2,92% sementara Nasdaq menguat 3,8%.
Baca Juga:
CGTN: Pertukaran Budaya Mempererat Hubungan Persahabatan Tiongkok-Vietnam
Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang
Kendati menguat, Bitcoin dan Etherum masih 50% di bawah harga tertingginya pada tahun lalu.
Marcus Sotiriou, analis digital asset pada perusahaan pialang GlobalBlock, mengingatkan tren positif pada harga kripto masih rawan. “Kebijakan The Fed masih ketat dan inflasi juga masih tinggi. Kita belum yakin dengan perbaikan di pasar kripto yang terjadi akhir-akhir ini,” katanya.







