Kajian Paparkan Stabilitas Rupiah Faktor Penunjang Pasar Saham

- Pewarta

Senin, 17 September 2018 - 01:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Manulife Aset Manajemen Indonesia menilai stabilitas nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor yang dapat menunjang pergerakan pasar saham Indonesia ke arah yang lebih tinggi kedepannya.

“Kebijakan aktif dari Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah menjadi salah satu faktor yang menunjang pasar saham domestik,” papar Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Krizia Maulana dalam kajiannya di Jakarta, Minggu (16/9/2018).

Selain faktor rupiah, lanjut dia, valuasi dari pasar saham Indonesia yang semakin atraktif juga turut menjadi faktornya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau kita lihat posisi investor asing terhadap pasar saham Indonesia boleh dikatakan lebih rendah dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga diharapkan tekanan jual asing pun juga akan berkurang,” katanya.

Selain itu, ia mengatakan, situasi politik yang lebih kondusif untuk saat ini. Secara umum pasar negara berkembang, khususnya Indonesia akan diuntungkan dari stimulus ekonomi Tiongkok dan jika ada perubahan nada kebijakan dari The Fed.

Ia menambahkan kondisi fiskal yang saat ini sudah jauh lebih sehat menambah faktor positif bagi pasar saham domestik. Dimana kenaikan pendapatan negara berada jauh di atas biaya dari belanja negara.

“Per 31 Juli 2018, penerimaan dari pajak tumbuh 14 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan belanja negara sekitar 7 persen per tahunnya. Disamping itu, RAPBN di 2019 lebih kredibel dan memiliki semacam perhatian khusus dalam menunjang daya beli masyarakat,” jelasnya.

Sementara sentimen eksternal, menurut Krizia Maulana, jika lebih ada kepastian dalam hal terkait konflik dagang dan normalisasi dari kebijakan moneter AS akan mendukung faktor positif dari dalam negeri itu.

Terkait kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang mencatatkan minus 5,31 sepanjang tahun ini (year to date/YTD), Krizia Maulana berpandangan bahwa penurunan yang terjadi pada pasar finansial Indonesia di tahun ini, lebih disebabkan oleh faktor sentimen bukan semata faktor fundamental.

“Kalau kita lihat, beberapa negara lainnya di kawasan Asia juga mengalami pelemahan baik di pasar finansial maupun nilai tukarnya,” katanya.

Ia memaparkan beberapa sentimen yang dimaksud diantaranya normalisasi kebijakan moneter dari Amerika Serikat, konflik dagang yang berkepanjangan, serta adanya kekhawatiran mengenai “emerging market risk off sentiment”. (zub)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru