Mediaemiten.com, Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong pelaku industri nasional memanfaatkan teknologi “blockchain” yang saat ini dimanfaatkan antara lain pada mata uang digital.
“Pada awalnya teknologi blockchain masih dimanfaatkan sebatas pada mata uang digital atau cryptocurrency. Namun, seiring berjalan waktu, teknologi ini disadari bisa dimanfaatkan di banyak sektor, baik secara parsial ataupun secara menyeluruh,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Logistik dan Pengelolaan Rantai Pasok, Rico Rustombi, dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (10/10/2018).
Rico mengingatkan bahwa survei yang dilakukan lembaga Credit Suisse pada 2017 menunjukkan telah terjadi pemanfaatan teknologi “blockchain” di sektor manufaktur dan produk konsumen mencapai sebesar 58 persen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, ujar dia, pemberdayaan teknologi “blockchain” juga mencapai 53 persen untuk bidang sains dan/atau layanan kesehatan.
“Untuk sektor teknologi, media, dan telekomunikasi sekitar 48 persen, dan sektor jasa keuangan mencapai sebesar 36 persen,” papar Rico.
Teknologi “blockchain” adalah sistem pencatatan basis data yang terus berkembang dan tersebar luas di daring, yang terhubung dan diamankan dengan menggunakan teknik kriptografi sehingga dinilai berdaya tahan terhadap manipulasi atau modifikasi data.
Ia berpendapat bahwa saat ini masih sedikit yang memahami mengenai apa itu teknologi “blockchain” dan tentang kegunaannya, sehingga Kadin bekerja sama dengan Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) untuk lebih aktif melakukan advokasi dan edukasi kepada masyarakat luas.
Perambahan teknologi blockchain ke berbagai sektor, menurut Rico, merupakan fakta yang tak terelakkan mengingat keunggulan teknologi ini.
Dengan sistem pencatatan atau database untuk transaksi yang tersebar luas atau terdesentralisasi di jaringan, aplikasi ini menyajikan sistem keamanan data yang tangguh dan sulit diretas.
“Keunggulan lain dari blockchain adalah efisiensi dan transparansi dalam sistem yang dibangun,” ujar Rico.
Menurut dia, Indonesia memiliki potensi untuk bertumbuh sebagai raksasa teknologi digital, karena memiliki sejumlah keunggulan yaitu memiliki pertumbuhan pengguna internet dan pengguna ponsel pintar tertinggi di Asia.
Baca Juga:
Diaspora Tionghua Dunia Gelar Ritual Bersama Menghormati Kaisar Kuning Xuanyuan di Henan
Thunes Luncurkan Pembayaran di Waktu Nyata ke Selandia Baru
Musim Mas Resmikan Smart Class di UINSU, Dukung Pembelajaran Digital dan Generasi Unggul 2045
Kantor berita Reuters melaporkan bahwa toko swalayan Carrefour di Eropa mengadopsi teknologi “blockchain” guna memastikan kesegaran ayam, telur dan tomat yang dipasok dari petani ke toko, kemudian merencanakan teknologi pembukuan digital itu agar dipakai lebih luas.
“Bagi Carrefour, jika terjadi krisis, dengan teknologi blockchain ini kami bisa melacak produk dan bisa menjelaskan semua hal tentang produk,” kata Sekretaris Jenderal Carrefour, Laurent Vallee, sebagaimana dikutip Reuters. (pep)








