Kabar Buruk, Pasokan Gas Lokal Diperkirakan Defisit Mulai 2023

- Pewarta

Selasa, 2 Juni 2020 - 02:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabar Buruk, Pasokan Gas Lokal Diperkirakan Defisit Mulai 2023

Impor migas sepanjang April 2020 cenderung mengalami penurunan. (Foto: Instagram @migas.esdm.go.id)

Mediaemiten.com, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa impor minyak dan gas bumi (migas) sepanjang April 2020 cenderung mengalami penurunan jika dibandingkan dengan impor migas pada periode yang sama tahun sebelumnya atau Apri 2019 atau secara Year on Year (YoY). 

Demikian menurut keterangan dari laman situs Kementerian ESDM, mereka mencatat bahwa realisasi impor migas pada April 2020 mencapai 23,69 mmboe.

Angka itu cenderung mengalami penurunan jika dibandingkan dengan impor migas pada periode yang sama tahun sebelumnya atau April 2019 yang mencapai 27,83 mmboe.secara YoY. 

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sedangkan nilai impor migas pada April 2020 mencapai 644,71 juta USD turun 67 persen jika dibandingkan dengan nilai impor migas di 2019 yang sebesar 1,97 miliar USD secara YoY.

“Pada 31 Mei 2020 tercatat ICP Maret mencapai 34,23 Dolar Amerika (USD) per barel,” demkian berdasarkan keterangan Kementerian ESDM, Minggu (31/5:2020). 

Sementara itu, kemampuan kapasitas produksi minyak hingga  26 Mei 2020 mencapai 709.746 barel per hari atau masih dibawah target 755.000 barel per hari.

Sedangkan kemampuan kapasitas  produksi gas baru mencapai 6.270 mmscfd atau masih dibawah target yang sebesar 6.670 mmscfd.

Sementara itu, Pemerintah melalui Kementerian ESDM telah menyusun Neraca Gas Nasional tahun 2020-2030.

Dalam neraca tersebut, pasokan gas untuk kebutuhan dalam negeri diperkirakan bakal mengalami defisit mulai tahun 2023.

Hal tersebut diprediksi bakal terjadi penghitungannya mengacu pada tren penurunan pasokan sumber gas yang ada saat ini (existing supply) dengan permintaan gas yang sudah terkontrak (contracted demand).

Skenario lainnya, jika ada tambahan pasokan dari proyek-proyek gas yang mulai berproduksi (project supply onstream) dan diiringi dengan adanya tambahan kebutuhan gas (commited demand), maka defisit akan mulai terjadi pada 2024. (rad)

Berita Terkait

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda
Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Berita Terbaru

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Bisnis

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Kamis, 22 Okt 2026 - 06:02 WIB