Jurnalis Perlu Banyak Dukungan terkait Liputan Investigasi Kasus Korupsi

- Pewarta

Kamis, 11 Juni 2020 - 04:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Untuk mendorong pers menyajikan berita investigasi yang bermutu, diperlukan aturan hukum yang membuat pers bisa berfungsi sebagai watch dog dan juga peningkatan ketrampilan para jurnalis agar lebih mumpuni melakukan peliputan investigasi.

Jurnalis senior Najwa Shihab menyampaikan hal itu melalui webinar pembukaan program Akademi Jurnalistik Lawan Korupsi yang diadakah oleh KPK (9/6/2020). Menurut Najwa, aturan hukum itu diperlukan untuk membatasi konglomerasi media dan memastikan jurnalis bisa melakukan liputan investigasi tanpa ancaman ketakutan.

“Sampai sekarang kekerasan terhadap jurnalis tak berhenti, tidak saja kekerasan fisik bahkan beralih ke kekerasan digital,” kata Najwa.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Oleh karena itu, kata dia, perlu melindungi wartawan agar tidak takut melakukan liputan investigatif, termasuk peliputan kasus-kasus korupsi. Tidak kalah penting, lanjut dia, upaya untuk terus meningkakan keahlian professional para jurnalis. “Profesi jurnalis adalah pembelajar seumur hidup, perlu pelatihan ketrampilan jurnalistik dan standar etika profesi.”

Najwa mengapresiasi KPK memberikan perhatian untuk jurnalis dengan membuka Akademi Jurnalistik Lawan Korupsi. Ditengah lanskap media yang berubah, lanjut dia, meningkatkan ketrampilan jurnalis mutlak dilakukan.

Jurnalis, lanjut Najwa, juga perlu memperkuat organisasi profesi. Melalui organisasi profesi itu, kualitas ketrampilan jurnalis bisa ditingkatkan dan yang paling penting, bisa menjadi rumah dan benteng pelindung bagi jurnalis agar bisa tetap independen dalam melakukan tugasnya.

Liputan investigasi termasuk didalamnya liputan kasus korupsi, kata Najwa, membutuhkan usaha lebih karena memang tidak mudah, tidak murah dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Jurnalisnya pun harus memiliki ketrampilan jurnalistik yang mumpuni serta punya jejaring narasumber yang bagus.

Karena liputan ini tidak murah, kata dia, di masa mendatang perlu dipikirikan bagaimana cara memobilisasi dana publik untuk biaya peliputan baik lewat lembaga penyiaran publik mauapun lembaga yang mengelola crowd funding untuk pembiayaan liputan ini.

Melihat tantangan yang begitu besar terhadap jurnalis, KPK membuat program Akademi Jurnalistik Lawan Korupsi. Program ini adalah kelas intensif selama lima hari yang berisikan materi-materi yang dibutuhkan dalam mempublikasikan isu pemberantasan korupsi, sehingga kedepan jurnalisme dapat memilah dan mengenali produk jurnalistik yang bisa dipercaya sebagai sumber informasi. (kpk)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru