Jelang Keputusan The Fed, Mayoritas Saham Asia Dibuka Koreksi

- Pewarta

Rabu, 21 September 2022 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Pergerakan harga saham di Bursa Tokyo/IST.

Foto ilustrasi: Pergerakan harga saham di Bursa Tokyo/IST.

MEDIA EMITEN – Mayoritas saham di kawasan Asia-Pasifik dibuka terkoreksi pada perdagangan Rabu 21 September 2022. Pasar mengikuti petunjuk negatif Wall Street menjelang kenaikan suku bunga Bank Sentral AS (Federal Reserve).

Nikkei 225 di Jepang turun 1% di awal perdagangan, sedangkan indeks Topix turun 0,94%.

Di Australia, S&P/ASX 200 tergelincir 0,32%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kospi Korea Selatan turun 0,35%.

Indeks MCSI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,17%.

“Suasana suram bertahan selama 24 jam terakhir, dengan ekuitas lebih rendah dan dolar lebih kuat,” Taylor Nugent, ekonom di National Australia Bank, menulis dalam catatan hari Rabu.

Semalam, Dow Jones Industrial Average turun 313,45 poin, atau 1,01%, menjadi 30.706,23. S&P 500 turun 1,13% menjadi 3.855,93 dan Nasdaq Composite merosot 0,95% menjadi 11.425,05.

Indeks dolar menguat di atas level 110.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru