Jasa Marga : Pelemahan Rupiah Tidak Berdampak

- Pewarta

Rabu, 5 September 2018 - 07:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Jasa Marga menilai bahwa pelemahan nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak berdampak kepada kinerja operasional badan usaha milik negara (BUMN) tersebut.

“Pelemahan rupiah alhamdulillah tidak ada dampaknya,” kata Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani kepada wartawan setelah Rapat Pemegang Saham Luar Biasa di Jakarta, Rabu (5/9/2018)

Menurut Desi, dampak dari pelemahan rupiah tersebut tidak terlalu berpengaruh karena pihak Jasa Marga tidak memiliki pinjaman dalam bentuk mata uang asing.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Global bond” atau obligasi global yang dimiliki Jasa Marga sepenuhnya dalam denominasi rupiah karena biaya BUMN itu sepenuhnya berbentuk rupiah.

Sementara itu, Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal mengungkapkan bahwa strategi pihaknya adalah menggunakan pendanaan yang relatif pendek dan menghindari penggunaan pendanaan yang lebih panjang.

“Kami akan mengoptimalkan pendanaan dari perbankan,” kata Donny Arsal.

Menurut dia, Jasa Marga akan mengombinasikan pendanaan antara utang dan ekuitas sehingga akan mendapatkan pendanaan dengan rate yang lebih optimal guna mengantisipasi kenaikan suku bunga ke depannya.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan tekanan ekonomi eksternal yang telah menurunkan nilai tukar rupiah sepanjang tahun akan mereda pada 2019.

Perry dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR di Jakarta, Selasa (4/9/2018), mengatakan keperkasaan dolar AS masih akan mempengaruhi pergerakan nilai mata uang “Garuda” di tiga bulan terakhir tahun ini.

Hal itu karena ekspektasi pasar mengenai The Federal Reserve Bank Sentral AS yang akan menaikkan suku bunga acuannya pada September dan Oktober 2018.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui tidak mudah menetapkan asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di RAPBN 2019, ketika pergerakan rupiah cenderung melemah dan kondisi global masih diliputi ketidakpastian.

Sri Mulyani saat menyampaikan tanggapan pemerintah atas pandangan fraksi terhadap RAPBN 2019 dalam rapat paripurna DPR RI di Jakarta, Selasa (4/8/2018), mengatakan tekanan global tersebut bisa mempengaruhi sentimen pasar dan kestabilan rupiah.

“Penetapan asumsi nilai tukar 2019 menjadi tantangan yang tidak mudah karena harus mencerminkan kombinasi antara faktor fundamental yang menopang nilai rupiah, namun juga harus antisipasif terhadap sentimen pasar yang mudah berubah,” katanya.
(raz)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru