Investor Asing Lepas Saham, IHSG BEI Melemah 66,38 Poin

- Pewarta

Jumat, 4 Mei 2018 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, ditutup melemah sebesar 66,38 poin dipengaruhi investor asing yang terus melakukan aksi lepas saham.

IHSG BEI ditutup melemah 66,38 poin atau 1,13 persen menjadi 5.792,34, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 13,83 poin (1,48 persen) menjadi 920,12.

Head of Lots Services Lotus Andalan Sekuritas Krishna Dwi Setiawan di Jakarta, Jumat mengatakan bahwa pelemahan IHSG masih dipengaruhi oleh investor asing yang cenderung melepas sahamnya di tengah sentimen eksternal yang cenderung negatif bagi pasar saham.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dalam tiga tahun terakhir ini, investor asing cukup masif masuk ke pasar saham, namun kondisi eksternal yang sedang penuh ketidakpastian membuat mereka keluar sehingga menekan IHSG,” katanya.

Berdasarkan data BEI, investor asing membukukan jual bersih atau “foreign net sell” sebesar Rp842,51 miliar pada akhir pekan ini (Jumat, 4/5).

Baca juga: IHSG melemah 11,99 poin dipicu sentimen eksternal

Di tengah situasi pasar yang sedang dilanda sentimen negatif dari eksternal ini, menurut dia, investor sebaiknya mencermati kinerja emiten dengan fundamental yang positif yang kemudian diakumulasi sahamnya.

“Saat ini cocok bagi investor dengan orientasi jangka panjang, sementara untuk jangka pendek harus berhati-hati mengingat pergerakannya yang volatile. Saya masih optimis ekonomi kita juga masih baik,” katanya.

Ia menambahkan bahwa rata-rata nilai wajar IHSG juga sudah relatif rendah dengan valuasi “price earning ratio” di kisaran 13-14 kali, dibandingkan sebelumnya di level 15 kali. Rendahnya rasio itu mengindikasikan saham-saham berada pada harga yang relatif murah.

Sementara itu tercatat, frekuensi perdagangan sebanyak 335.107 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 7,878 miliar lembar saham senilai Rp7,752 triliun. Sebanyak 118 saham naik, 257 saham menurun, dan 114 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan.

Bursa regional, di antaranya indeks Shanghai turun 9,83 poin (0,32 persen) ke 3.091,03, indeks Hang Seng melemah 386,86 poin (1,28 persen) ke 29.926,50, dan Straits Times melemah 30,30 poin (0,85 persen) ke posisi 3.545,38. (*)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru