Inilah 4 Arahan Presiden kepada Forum Rektor Indonesia, Apa Arahan yang Baru?

- Pewarta

Minggu, 5 Juli 2020 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakaarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan sekaligus membuka secara resmi acara Konferensi Virtual Forum Rektor Indonesia (FRI), Sabtu (4/7/2020), dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Empat arahan yang disampaikan oleh Presiden Jokowi adalah sebagai berikut:

Pertama, Presiden mengajak FRI jangan hanya menjadi forum komunikasi, namun harus dikemas menjadi forum saling peduli, forum saling berbagi, yaitu yang mampu membantu yang tidak mampu dan yang punya membantu yang tidak punya

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berbagi pengalaman secara daring, berbagi kurikulum dan silabus, berbagi koleksi perpustakaan secara daring, berbagi dosen dan perkuliahan secara daring, untuk maju bersama, memajukan seluruh mahasiswa di seluruh Indonesia,” tutur Presiden.

Kedua, Presiden mengajak para rektor dan FRI untuk memfasilitasi mahasiswa agar bisa belajar kepada siapa saja.

Kepala Negara menegaskan agar mahasiswa tidak hanya belajar kepada dosen tetapi  juga pelaku industri, wirausahawan, praktisi pemerintahan, praktisi hukum, dan para pelaku lapangan lainnya.

“Agar mahasiswa bisa menangkap perubahan yang dinamis, perubahan dunia yang dinamis, yang dipicu oleh disrupsi dan hiperkompetisi yang terjadi sekarang ini,” ujar Presiden.

Di era disrupsi dan hiperkompetisi sekarang, Presiden menjelaskan bahwa dunia berubah sangat cepat, banyak hal yang belum sempat dibukukan sudah berubah di lapangan.

“Banyak karakter kerja yang tidak bisa ditangkap hanya melalui membaca tetapi harus melalui mengalami pengalaman nyata. Itulah pentingnya memerdekakan mahasiswa agar bisa belajar kepada siapa saja,” tuturnya.

Ketiga, Presiden mengajak perguruan tinggi lebih aktif bekerja sama dengan industri, termasuk kerja sama dengan kawasan industri terdekat.

Jika ada kawasan industri terdekat, Presiden tegaskan untuk mengajak segera bekerja sama, buka fakultas atau departemen atau program studi di kawasan industri yang karakter keilmuannya dekat dengan jenis industri di kawasan tersebut.

“Kerja sama dengan industri bukan hanya untuk memberikan pengalaman kerja kepada mahasiswa tetapi perguruan tinggi juga bisa bekerja sama untuk penelitian dan pengembangan teknologi, untuk research and development di dunia industri, dan sekaligus untuk pengembangan ilmu murni,” katanya.

Keempat, Presiden sampaikan pendidikan tinggi harus memberikan perhatian besar kepada kesehatan fisik dan mental, membangun karakter mahasiswa yang hati dan pikirannya merah putih untuk Indonesia, berakhlak mulia, bermental baja, serta memegang teguh Pancasila.

Suasana kampus, menurut Presiden, harus memperkokoh rasa kebangsaan, menghargai kebinekaan dalam persaudaraan dan persatuan, berintegritas tinggi dan antikorupsi, serta penuh toleransi dan menghargai demokrasi.

“Bapak-Ibu adalah orang tua mereka yang bertanggung jawab terhadap masa depan mereka dan sekaligus masa depan Indonesia,” jelas Presiden.

Semua itu, menurut Presiden, harus dilakukan dengan cepat dan sangat segera. Ia mengajak untuk memanfaatkan puncak bonus demografi sekarang ini untuk mencetak generasi muda yang unggul dan membangun Indonesia maju.

“Satu abad Republik Indonesia sudah dekat di 2045 nanti, tinggal 25 tahun lagi,” jelasnya. Untuk itu, Presiden mengajak untuk mencetak sejarah dan membuktikan bahwa Indonesia tidak akan terjebak pada middle income trap.

Kepala Negara menegaskan kembali ajakan untuk membuktikan bahwa di tahun 2045 nanti Indonesia mampu menjadi negara berpenghasilan tinggi yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. (set)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB