Inflasi AS Sebesar 7,1%, di Bawah Ekspektasi

- Pewarta

Selasa, 13 Desember 2022 - 22:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Inflasi AS di bawah ekspektasi /Dok.

Foto ilustrasi: Inflasi AS di bawah ekspektasi /Dok.

MEDIA EMITEN – Inflasi Amerika Serikat (AS) pada November 2022 tercatat sebesar 7,1% secara tahunan (year-on-year/yoy), di bawah ekspektasi para ekonom sekitar 7,3%.

Berdasarkan data yang dirilis Biro Statistik Tenaga Kerja AS, Selasa 13 Desember 2022, inflasi tersebut turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 7,7% yoy.

Selain itu, inflasi November menandai penurunan selama lima bulan berturut-turut yang berarti inflasi melandai. Meskipun demikian, masih jauh di atas target Federal Reserve sebesar 2%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tidak termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak, inflasi inti naik 0,2% pada November dan 6% pada basisi tahunan dibandingkan dengan perkiraan masing-masing sebesar 0,3% dan 6,1%.

Sementara itu, secara bulanan (month-to-month/mtm) inflasi AS tercatat sebesar 0,1%, lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya sebesar 0,4% mtm dan juha di bawah proyeksi sebesar 0,3% mtm.

Turunnya harga energi membantu menahan inflasi. Indeks energi turun 1,6% untuk bulan tersebut, sebagian karena penurunan 2% pada bensin. Sedangkan harga makanan naik 0,5% dan secara tahunan naik 10,6% dari tahun lalu.

Pasar menunggu keputusan Fed terkait suku bunga pada Rabu (14/12/2022) waktu setempat. Suku bunga diperkirakan kembali naik 50 basis poin menjadi 4,25%-4,5%.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru