IMF : Penurunan Harga Rumah Berdampak pada Pertumbuhan Ekonomi Global

- Pewarta

Jumat, 5 April 2019 - 03:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kenaikan cepat harga rumah dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan kemungkinan penurunan harga yang dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi global.

Kenaikan cepat harga rumah dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan kemungkinan penurunan harga yang dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi global.

Mediaemiten.com, Washington – Kenaikan cepat harga rumah dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan kemungkinan penurunan harga yang dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi global.

“Penurunan besar harga rumah dapat memengaruhi kinerja makroekonomi dan stabilitas keuangan, seperti yang terlihat selama krisis keuangan global 2008 dan episode historis lainnya,” sebut Dana Moneter Internasional (IMF) dalam Laporan Stabilitas Keuangan Global pada Kamis (4/4/2019) atau Jumat pagi (5/4/2019).

Untuk memberikan indikator peringatan dini yang dapat digunakan untuk pengawasan stabilitas keuangan, fasilitator kerja sama moneter global dari 189 negara menyoroti metodologi untuk mengukur risiko-risiko penurunan terhadap pertumbuhan harga rumah.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ukuran harga rumah yang berisiko dapat digunakan untuk mengukur risiko stabilitas keuangan dan memberikan informasi yang berguna untuk mengevaluasi kebutuhan tindakan kebijakan prospektif,” kata laporan itu.

Pengukuran IMF dalam laporan itu mengungkapkan bahwa momentum harga rumah yang lebih rendah, penilaian yang berlebihan, pertumbuhan kredit yang berlebihan, dan kondisi keuangan yang lebih ketat “memprediksi risiko penurunan yang lebih tinggi terhadap harga rumah hingga tiga tahun ke depan.”

Laporan tersebut juga menemukan bahwa kebijakan makroprudensial, seperti menetapkan batasan yang lebih ketat pada rasio pinjaman-terhadap-nilai dan rasio utang-jasa-terhadap-pendapatan, mengurangi risiko-risiko penurunan terhadap harga rumah.

Sementara itu, laporan tersebut menemukan bahwa kebijakan moneter yang lebih longgar juga meningkatkan harga-harga rumah yang berisiko dalam jangka pendek di negara-negara maju, sementara aliran masuk modal secara bersamaan meningkatkan kemungkinan pertumbuhan harga rumah tinggi dalam jangka pendek dan risiko-risiko penurunan terhadap harga rumah dalam jangka menengah.

“Ukuran harga rumah yang berisiko membantu meramalkan risiko-risiko penurunan pertumbuhan PDB melebihi dan di atas ukuran-ukuran ketidakseimbangan harga rumah yang lebih sederhana, dan dengan demikian menambah model peringatan dini untuk krisis keuangan,” kata laporan itu. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru