MEDIA EMITEN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) IHSG ditutup menguat 0,83 poin atau 0,01% ke level 6.619,75 pada akhir perdagangan Rabu 7 Juni 2023. Sektor energi menjadi pemberat.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor meningkat di mana sektor barang konsumen non primer naik paling tinggi yaitu 2,3%, diikuti sektor transportasi dan logistik dan sektor infrastruktur yang masing-masing naik sebesar 1,36% dan 1,17%.
Sedangkan sektor yng terkoreksi antara lain, energi turun paling dalam minus 0,79%, diikuti sektor teknologi dan sektor keuangan yang masing-masing turun minus 0,25% dan 0,24%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saham batubara terkorksi cukup dalam karena aksi ambil untung setelah kamarin naik sangat tinggi. Aksi tersebut menyusul turunnya harga komoditas tersebut.
Dari mancanegara, pada pekan depan bank sentral Amerika Serikat (AS) akan menggelar The Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting, yang mana para pelaku pasar masih mencermati kesepakatan yang akan diambil dalam pertemuan tersebut.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu INDX, UNIQ, RAAM, TNCA dan HATM. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SAGE, NZIA, COAL, PTMP dan PADA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.430.119 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,06 miliar lembar saham senilai Rp10,27 triliun. Sebanyak 288 saham naik, 244 saham menurun, dan 211 tidak bergerak nilainya.
Baca Juga:
Dua Alumni Peking University Raih “Fields Medal”, Sebanyak 14 Akademisi PKU Tampil di ICM 2026
Pizza Hut Indonesia dan TUKR Rayakan 10 Tahun Pizza Maker Junior Ajak Anak Peduli Lingkungan
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 593,10 poin atau 1,82% ke 31.913,69, indeks Hang Seng menguat 152,72 poin atau 0,8% ke 19.252,00, indeks Shanghai menguat 2,42 poin atau 0,08% ke 3.197,76, dan indeks Strait Times melemah 13,10 poin atau 0,41% ke 3.177,01.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor meningkat di mana sektor barang konsumen non primer naik paling tinggi yaitu 2,3%, diikuti sektor transportasi dan logistik dan sektor infrastruktur yang masing-masing naik sebesar 1,36% dan 1,17%.
Sedangkan sektor yng terkoreksi antara lain, energi turun paling dalam minus 0,79%, diikuti sektor teknologi dan sektor keuangan yang masing-masing turun minus 0,25% dan 0,24%.
Saham batubara terkorksi cukup dalam karena aksi ambil untung setelah kamarin naik sangat tinggi. Aksi tersebut menyusul turunnya harga komoditas tersebut.
Baca Juga:
InfiMotion Technology Tampil Perdana ke Publik, Pamerkan Kapabilitas Lengkap E-Drive di Wuxi
Pemenang Stevie® Awards for Technology Excellence Tahunan Ketiga Diumumkan
Dari mancanegara, pada pekan depan bank sentral Amerika Serikat (AS) akan menggelar The Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting, yang mana para pelaku pasar masih mencermati kesepakatan yang akan diambil dalam pertemuan tersebut.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu INDX, UNIQ, RAAM, TNCA dan HATM. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SAGE, NZIA, COAL, PTMP dan PADA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.430.119 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,06 miliar lembar saham senilai Rp10,27 triliun. Sebanyak 288 saham naik, 244 saham menurun, dan 211 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 593,10 poin atau 1,82% ke 31.913,69, indeks Hang Seng menguat 152,72 poin atau 0,8% ke 19.252,00, indeks Shanghai menguat 2,42 poin atau 0,08% ke 3.197,76, dan indeks Strait Times melemah 13,10 poin atau 0,41% ke 3.177,01.
.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,28 poin atau 0,14% ke posisi 945,39.
Baca Juga:
AdaKami Bangun Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak untuk Warga Dusun Banjarsari Lampung Selatan
T’way Air Luncurkan Program “Explore Korea, One Destination at a Time”
UOB Asset Management Soroti Ketahanan Ekonomi Global di Tengah Kondisi yang Semakin Tidak Menentu
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor meningkat di mana sektor barang konsumen non primer naik paling tinggi yaitu 2,3%, diikuti sektor transportasi dan logistik dan sektor infrastruktur yang masing-masing naik sebesar 1,36% dan 1,17%.
Sedangkan sektor yng terkoreksi antara lain, energi turun paling dalam minus 0,79%, diikuti sektor teknologi dan sektor keuangan yang masing-masing turun minus 0,25% dan 0,24%.
Saham batubara terkorksi cukup dalam karena aksi ambil untung setelah kamarin naik sangat tinggi. Aksi tersebut menyusul turunnya harga komoditas tersebut.
Dari mancanegara, pada pekan depan bank sentral Amerika Serikat (AS) akan menggelar The Federal Open Market Committee (FOMC) Meeting, yang mana para pelaku pasar masih mencermati kesepakatan yang akan diambil dalam pertemuan tersebut.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu INDX, UNIQ, RAAM, TNCA dan HATM. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SAGE, NZIA, COAL, PTMP dan PADA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.430.119 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 18,06 miliar lembar saham senilai Rp10,27 triliun. Sebanyak 288 saham naik, 244 saham menurun, dan 211 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 593,10 poin atau 1,82% ke 31.913,69, indeks Hang Seng menguat 152,72 poin atau 0,8% ke 19.252,00, indeks Shanghai menguat 2,42 poin atau 0,08% ke 3.197,76, dan indeks Strait Times melemah 13,10 poin atau 0,41% ke 3.177,01.










