Harga Minyak Koreksi, Stok AS Membangkak

- Pewarta

Jumat, 10 Februari 2023 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Kilang minyak mentah/Dok.

Foto ilustrasi: Kilang minyak mentah/Dok.

MEDIA EMITEN – Harga minyak mentah terkoreksi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena infrastruktur minyak tampaknya telah terhindar dari kerusakan serius akibat gempa bumi yang menghancurkan sebagian Turki dan Suriah. Sementara itu, persediaan AS membengkak dan investor khawatir tentang kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Minyak mentah berjangka Intermediate West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret tergelincir 41 sen atau 0,5%, menjadi US$ 78,06 per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April berkurang 59 sen atau 0,7%, menjadi ditutup pada US$ 84,50 per barel di London ICE Futures Exchange.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kedua harga acuan minyak tersebut telah naik lebih dari 5% sejauh minggu ini.

Gempa bumi, yang telah menewaskan lebih dari 19.000 orang, pada awalnya menaikkan harga minyak karena kemungkinan bencana tersebut akan merusak jaringan pipa dan infrastruktur lainnya secara serius dan menggusur minyak mentah dari pasar global untuk waktu yang lama.

“Kami tidak akan kehilangan pasokan itu selama yang kami kira,” kata John Kilduff, partner di Again Capital di New York.

BP Azerbaijan mengumumkan force majeure pada pengiriman minyak mentah Azeri dari pelabuhan Turki Ceyhan pada Selasa (7/2/2023) setelah gempa melanda Senin pagi (6/2/2023). Minyak Azerbaijan terus mengalir ke sana melalui pipa, kata BP Azerbaijan pada Kamis (9/2/2023).

Laporan pekerjaan AS yang kuat menimbulkan kekhawatiran bahwa Federal Reserve AS akan terus menaikkan suku bunga secara agresif untuk mendinginkan inflasi, menekan aset-aset berisiko seperti minyak dan ekuitas.

Stok minyak mentah AS naik minggu lalu menjadi 455,1 juta barel, tertinggi sejak Juni 2021, Badani Informasi Energi AS (EIA) melaporkan pada Rabu (8/2/2023), yang juga mendorong harga minyak lebih rendah. Persediaan bensin dan sulingan juga meningkat minggu lalu, kata EIA, selama bulan-bulan musim dingin yang sejuk di luar musimnya.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB