MEDIA EMITEN – Harga emas dunia ditutup menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), setelah menembus level psikologis US$ 2.000 dolar AS. Kekhawatiran atas penularan krisis sektor perbankan global membuat harga emas diburu investor.
Kontrak emas aktif untuk pengiriman April di Comex New York Exchange menguat ke US$ 9,30 atau tumbuh 0,47% menjadi US$ 1.982 per ounce. Sebelumnya harga emas berhasil diperdagangkan ke level tertinggi di angka US$ 2.014 dan terendah di US$ 1.970.
Emas sempat menguat di atas US$ 2.000 karena pengambilalihan Credit Suisse oleh UBS yang menjadi pemicu kekhawatiran tentang jatuhnya sektor perbankan dan mendorong permintaan safe haven cukup besar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Harga emas telah bergerak cepat sejak krisis perbankan di AS mencuat. Krisis perbankan ini juga telah menyebar di Eropa dimana Credit Suisse Group harus mencari bantuan dari bank sentral Swiss.
“Emas mempertahankan momentum bullish meskipun harus anjlok US$ 45 dari level tertinggi intraday di US$ 2.010 karena harga menunjukkan ketahanan yang telah diperhitungkan dari US$ 1.965,” kata Sunil Kumar Dixit seorang ahli di SKCharting.
Emas juga diprediksi akan semakin diuji ketika Rabu (22/3/2023) esok The Fed akan mengadakan pertemuan membahas soal keputusan suku bunga yang akan dibacakan oleh Powell.
Merosotnya US$ juga menjadi pemicu penguatan emas kali ini. Setelah diketahui US$ anjlok pada penutupan perdagangan Senin kemarin usai pedagang mempertimbangkan Credit Suisse oleh Swiss UBS dengan indeks mengukur greenback terhadap enam mata uang asing utama lainnya.
Baca Juga:
Hikvision Umumkan Kinerja Keuangan Periode 2025 dan Triwulan I-2026
TOKOH PENDIDIKAN GLOBAL BERKUMPUL DI SINGAPURA DALAM KONFERENSI PENTING YANG MEMBAHAS PERAN AI
Coda Perluas Upaya Pencegahan Penipuan melalui Kampanye Terbaru Guard Your Game
Sementara itu, logam mulia lain seperti perak untuk pengiriman Mei terdongkrak 18,40 sen atau 0,82% menjadi US$ 22,646 per ounce. Disusul oleh platinum untuk pengiriman April naik menjadi US$ 18,20 atau 1,86% dan stagnan di US$ 996,80 per ounce.






