MEDIA EMITEN – Harga emas rebound pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), berbalik arah menguat dari penurunan tajam sehari sebelumnya. Meski demikian, harga emas masih di bawah level psikologis US$ 1.800 per ounce.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di Divisi Comex New York Exchange,naik US$ 1,10 atau 0,06% menjadi US$ 1.782,40 per ounce setelah diperdagangkan mencapai tertinggi sesi di US$ 1.793,20 dan terendah sesi di US$ 1.779,10 per ounce.
Meski demikian, indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS akan tetap menjadi sentimen utama harga emas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara teknis, menurut analis pasar, emas telah diperdagangkan naik selama 2—3 minggu dan sebuah higher low muncul di area US$ 1.760 hingga US$ 1.765, naik dari level terendah sebelumnya di dekat US$ 1.725.
Investor juga menunggu pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve minggu depan.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman pada bulan Maret turun 8,2 sen atau 0,37%, menjadi US$ 22,335 per ounce. Platinum untuk pengiriman pada bulan Januari turun US$ 12,1 atau 1,2% menjadi US$ 995,40 per ounce.






