MEDIA EMITEN – Harga emas anjlok pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), memperpanjang kerugian untuk hari ketiga berturut-turut setelah laporan pekerjaan bulanan AS yang lebih kuat dari perkirakan untuk Januari memicu aksi ambil untung pada reli panjang logam kuning.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange turun US$ 54,20 atau 2,81% menjadi US$ 1.876,60 per ounce, setelah diperdagangkan mencapai level tertinggi sesi US$ 1.932,40 dan terendah US$ 1.874,50.
Harga emas berjangka menetap di level terendah dalam lebih dari tiga minggu, turun 2,7% untuk minggu ini.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Jumat (3/2/2023) bahwa data gaji nonpertanian (NFP) AS meningkat 517.000 pada Januari, jauh lebih baik dari yang diharapkan 187.000. Tingkat pengangguran turun menjadi 3,4 persen, level yang tidak terlihat sejak Mei 1969.
“Angka NFP yang mengerikan telah mendatangkan malapetaka pada bullish emas yang sudah menghadapi tekanan selama dua hari terakhir dari prospek ekonomi Fed,” kata Sunil Kumar Dixit, kepala strategi teknis di SKCharting.com.
Data pekerjaan bulanan yang jauh lebih baik dari perkiraan mendorong indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah dengan kuat.
Dolar AS melonjak pada Jumat (3/2/2023) setelah data menunjukkan pertumbuhan pekerjaan AS meningkat tajam pada Januari, dengan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, terangkat 1,16% menjadi 102,9340.
Data ekonomi lainnya yang dirilis Jumat (3/2/2023) semakin melemahkan emas. Indeks manajer pembelian (PMI) jasa-jasa S&P AS mencapai 46,8% pada Januari, naik dari estimasi akhir Desember 44,7 dan tetap di wilayah kontraksi.
Indeks jasa-jasa Institute for Supply Management (ISM) mencapai 55,2% pada Januari, naik lebih besar dari yang diperkirakan di atas ambang batas 50% yang menandakan pertumbuhan di sektor ini.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun US$ 1,21 atau 5,12% menjadiUS$ 22,405 per ounce. Platinum untuk pengiriman April merosot US$ 52,30 atau 5,06% menjadi US$ 980,30 per ounce.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT







