Euro dan Sterling Menguat Didukung Harapan Kesepakatan “Brexit”

- Pewarta

Kamis, 11 Oktober 2018 - 03:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Euro dan sterling menguat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis 11/10/2018 pagi WIB), didukung oleh optimisme untuk kesepakatan Brexit.

Sementara itu dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, sekalipun imbal hasil obligasi AS melayang di tingkat tertinggi beberapa tahun.

Namun kenaikan mata uang tunggal Eropa itu dibatasi oleh kekhawatiran tentang keberlanjutan keuangan publik Italia. Meskipun Menteri Ekonomi Italia Giovanni Tria menegaskan kembali Rabu (10/10/2018), pemerintah akan melakukan segala daya untuk mendapatkan kembali kepercayaan pasar keuangan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada lebih banyak optimisme bahwa mereka akan menemukan beberapa kesepakatan antara Inggris dan Uni Eropa sebelum Brexit,” kata Steve Englander, kepala global riset valas G10 di Standard Chartered Bank di New York.

Minggu ini, para perunding Brexit telah mengisyaratkan kemajuan menuju syarat-syarat bagi Inggris untuk meninggalkan blok ekonomi pada Maret, yang memberi para investor harapan untuk keberangkatan yang teratur. Namun, kehati-hatian tetap ada karena rinciannya sedikit.

Pada Rabu (10/10), perunding Brexit UE, Michel Barnier, mengatakan kedua pihak telah menyetujui banyak hal dari perjanjian menjelang pertemuan puncak semua 28 pemimpin nasional blok tersebut pada minggu depan.

Pound mencapai tertinggi dua minggu di 1,3216 dolar AS pada Rabu (10/10/2018) dan mempertahankan kenaikan 0,45 persen pada hari itu. Pound mencapai level terkuat terhadap euro sejak 15 Juni di 87,23 pence.

Euro menguat 0,3 persen menjadi 1,15270 dolar AS dan bertahan stabil di 129.750 yen.

Beberapa pedagang tetap skeptis tentang kesepakatan akhir Brexit.

“Kami melihat banyak volatilitas, jadi kabar baik mungkin sementara karena Uni Eropa telah cepat menolak sebagian besar proposal sekalipun itu memiliki dukungan dari Partai Buruh,” kata Juan Perez, pedagang mata uang senior Tempus, Inc. di Washington.

Perez mengacu pada Partai Buruh Inggris yang juru bicaranya pada Rabu (10/10/2018) mengesampingkan laporan berita bahwa beberapa anggota partai akan mendukung kesepakatan Brexit yang didukung oleh Perdana Menteri Theresa May.

Kenaikan di dua mata uang tersebut mengimbangi dampak peningkatan imbal hasil surat utang pemerintah AS, sehingga memberikan tekanan terhadap dolar AS.

Patokan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun mundur dari tertinggi tujuh tahun 3,261 persen yang tercapai pada Selasa (9/10), sekalipun para investor dan dealer memangkas kepemilikan obligasi mereka, membuat ruang pasokan 36 miliar dolar AS surat utang bertenor 3-tahun dan 23 miliar dolar AS surat utang bertenor 10-tahun terjual pada Rabu (10/10/2018).

Imbal hasil obligasi AS telah meningkat karena meningkatnya pasokan utang pemerintah dan kekhawatiran tentang inflasi yang lebih tinggi, yang dapat mendorong Federal Reserve AS menaikkan suku bunga jangka pendek lebih cepat.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,2 persen menjadi 95,480 pada akhir perdagangan. Indeks mencapai tertinggi tujuh minggu pada Selasa (9/10/2018) di 96,155. (pep)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru