MEDIA EMITEN – Harga emas menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) dan kembali menembus level psikologis US$ 1.800 ditopang oleh greenback yang lebih lemah menjelang laporan inflasi utama Amerika Serikat.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak US$ 14 atau 0,78% menjadi US$ 1.805,20 per ounce.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,17% menjadi 106,4360, karena investor menunggu data inflasi AS yang akan dirilis pada Rabu 10 Agustus 2022.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Emas juga menemukan dukungan tambahan dari imbal hasil obligasi pemerintah AS yang turun dan pembalikan keuntungan awal pada saham-saham AS.
Para analis memperkirakan pertumbuhan inflasi sebesar 8,7% untuk tahun ini hingga Juli, terhadap kenaikan 9,1% selama 12 bulan hingga Juni.
Jika inflasi melemah, akan menjadi sinyal keberhasilan upaya Federal Reserve dalam memerangi inflasi.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 77,2 sen atau 3,89% menjadi US$ 20,614 per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober bertambah US$ 13,7 atau 1,48% menjadi US$ 938,40 per ounce.







