MEDIA EMITEN – Harga emas lanjut menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), memperpanjang keuntungan untuk hari kedua berturut-turut, karena para pedagang mengambil posisi menjelang pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (FOMC) minggu depan.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange naik US$ 7,20 atau 0,36% menjadi ditutup pada US$ 1.981,50 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di US$ 1.982,90 dan terendah US$ 1.970,30.
Investor menilai prospek suku bunga menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve pada 13-14 Juni. Arah yang lebih jelas untuk suku bunga dari Federal Reserve dapat mengatur nada untuk emas, menurut para analis pasar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada Juni menurun, sementara ekspektasi kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed Juli meningkat.
Analis pasar memperkirakan koreksi pasar emas setelah keputusan suku bunga Federal Reserve pada pertemuan Juni.
Terlepas dari langkah Fed minggu depan, suku bunga AS secara luas diperkirakan akan tetap lebih tinggi untuk tahun ini, membatasi kenaikan besar dalam harga logam. Suku bunga yang tinggi mendorong peluang kerugian untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.
Logam kuning dierkirakan akan mengalami peningkatan tawaran akhir tahun ini, terutama karena kondisi ekonomi AS memburuk.
Baca Juga:
ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”
Hisense Berkolaborasi dengan “Phantom Blade Zero”, Hadirkan Pengalaman Gim RGB Generasi Baru
Hikvision Umumkan Kinerja Keuangan Periode 2025 dan Triwulan I-2026
Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli tnaik US$ 3,50 sen atau 0,15% menjadi U$ 23,67 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik US$ 2,30 atau 0,22% menjadi US$ 1.038,70 ounce.






