Emas Jatuh, Dolar AS Menguat

- Pewarta

Kamis, 19 Mei 2022 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emas Jatuh, Dolar AS Menguat

Foto ilustrasi: harga emas melonjak, dolar AS melemah/Dok.

MEDIA EMITEN – Emas jatuh pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), tertekan penguatan dolar AS setelah mencatat penurunan harian terbesar dalam lebih dari dua bulan.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, anjlok US$ 3 per ounce atau 0,16% menjadi ditutup pada US$ 1.815,90 per ounce, menghentikan kenaikan selama dua hari berturut-turut.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,43% menjadi 103,8100.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami telah melihat sedikit gerakan korektif pada greenback yang telah mengurangi beberapa tekanan pada logam kuning tetapi kami mungkin sudah melihat pengembalian itu,” kata seorang analis.

Investor bereaksi terhadap pernyataan hawkish dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Berbicara di acara Wall Street Journal pada Selasa, Powell mengatakan Federal Reserve akan terus menaikkan suku bunga sampai ada “bukti yang jelas dan meyakinkan” bahwa inflasi akan turun.

Jika perlu, The Fed tidak akan ragu untuk mendorong suku bunga melewati “tingkat netral yang dipahami secara luas” untuk menurunkan inflasi, tambahnya. Tingkat netral adalah tingkat di mana kebijakan tidak mendorong atau memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen pada Rabu (18/5/2022) memperingatkan prospek ekonomi global yang “menantang, dan tidak pasti”, karena harga pangan dan energi yang lebih tinggi dapat menekan output, pengeluaran, dan meningkatkan inflasi “di seluruh dunia.”

Berbicara pada konferensi pers di Jerman, Yellen mengatakan Amerika Serikat “dalam banyak hal adalah posisi terbaik,” mengingat pasar tenaga kerja dan ekonomi yang kuat dan pelepasan cadangan minyak strategis untuk membantu harga energi domestik dari meroket lebih tinggi.

Harga emas hampir 5% sejauh bulan ini, dan 11,1% di bawah tertinggi 8 Maret di US$ 2.040,1 per ounce.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli turun 20,6 sen atau 0,95% menjadi US$ 21,544 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli turun US$ 19,00 atau 2,01% menjadi ditutup pada US$ 924,40 per ounce.

Berita Terkait

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda
Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN
SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi
Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Selasa, 15 September 2026 - 07:57 WIB

Abraham Rudy Tan Terpilih Sekjen ACCA, PSMTI Indonesia Cetak Sejarah Baru di Tingkat Asia Tenggara ASEAN

Kamis, 3 September 2026 - 07:51 WIB

SapuLangit Media Kelola Lebih dari 200 Portal Berita, Mayoritas Media Ekonomi Bisnis dan Pers Daerah untuk Reputasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:19 WIB

Mesin Pabrik Jalan Terus tapi Pengiriman Tetap Telat, Ini Sebabnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai

Berita Terbaru

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Bisnis

Ini Solusi Prioritas Jika Ada Masalah dengan Website Anda

Kamis, 22 Okt 2026 - 06:02 WIB

Pers Rilis

“The Empowerers | Laos on the Move”

Kamis, 22 Okt 2026 - 02:00 WIB