MEDIA EMITEN – Harga emas anjlok pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), memperpanjang kerugian untuk sesi ketiga berturut-turut. Emas tertekan oleh penguatan dolar AS karena kekhawatiran The Fed masih tetap hawkish dalam kebijakan suku bunganya.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, anjlok US$ 34,10 atau 1,99% menjadi US$ 1.675,20 per ounce. Emas diperdagangkan menyentuh level tertinggi sesi di US$ 1.707,40 dan terendah US$ 1.672,50.
Dolar AS menguat untuk sesi keempat berturut-turut dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,31% menjadi 113.1450 ketika pelaku pasar menunggu laporan inflasi utama AS.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pedagang sedang menunggu indeks harga konsumen AS untuk September yang akan dirilis pada Kamis. Investor khawatir bahwa data dapat meningkatkan tekanan pada Federal Reserve untuk terus menaikkan suku bunga secara agresif, kemungkinan kenaikan suku bunga 75 basis poin lagi pada pertemuan bank sentral November.
Emas juga melihat sedikit permintaan safe haven di tengah memburuknya kondisi geopolitik di Eropa dan Asia. Dolar, di sisi lain, naik tajam setelah laporan pekerjaan pada akhir pekan, dan tetap terjepit di dekat level tertinggi 20 tahun.
Kekhawatiran eskalasi dalam perang Rusia-Ukraina meningkat setelah ledakan jembatan penting antara Rusia dan Krimea, yang Presiden Vladimir Putin menyalahkan Ukraina.
Ketegangan di semenanjung Korea juga meningkat setelah Korea Utara menembakkan dua rudal balistik pada Minggu (9/10), menyusul latihan militer AS di wilayah tersebut. Berita itu tidak banyak mendorong emas, mengingat dolar sebagian besar telah mengambilalih emas sebagai pilihan tempat investasi aman tahun ini.
Baca Juga:
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
CGTN: Awal yang Solid dalam Repelita Ke-15 Tiongkok, Apa Maknanya?
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 64 sen atau 3,16% menjadi US$ 19,615 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun US$ 22,10 atau 2,41% menjadi US$ 895,80 per ounce.







