Dolar Jatuh Tertekan Spekulasi Suku Bunga Fed

- Pewarta

Rabu, 13 Maret 2019 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar Amerika Serikat(AS) jatuh terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu pagi (13/3/2019), karena investor mempertimbangkan sedikit kenaikan harga-harga konsumen AS pada Februari, menunjuk ke inflasi rendah yang mungkin memicu spekulasi pasar tentang suku bunga yang tidak berubah oleh Federal Reserve (Fed)

Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk Semua Konsumen Kota meningkat 0,2 persen pada Februari berdasarkan penyesuaian secara musiman setelah tidak berubah pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan pada Selasa (12/3/2019).

Peningkatan kecil secara keseluruhan, pertama kali dalam empat bulan, terjadi setelah indeks-indeks untuk tempat tinggal dan makanan naik, dan indeks bensin menguat setelah penurunan baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk Semua Konsumen Kota adalah salah satu dari dua indeks untuk mengukur inflasi konsumen untuk semua konsumen perkotaan, yang lainnya adalah Indeks Harga Konsumen Chained untuk Semua Konsumen Kota, kata biro itu dalam sebuah pernyataan.

Karena kenaikan kecil IHK perkotaan pada Februari setelah tiga bulan berturut-turut tidak ada perubahan, secara luas diakui bahwa inflasi AS telah berada pada level rendah, yang dapat The Fed gunakan untuk mendukung pendekatan bersabar guna langkah pengetatan moneter lebih lanjut.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1296 dolar AS dari 1,1240 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3084 dolar AS dari 1,3150 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7087 dolar AS dari 0,7061 dolar AS.

Dolar AS dibeli 111,27 yen Jepang, lebih tinggi dari 111,22 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 1,0069 franc Swiss dari 1,0112 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3362 dolar Kanada dari 1,3408 dolar Kanada. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru