Dolar AS Menguat Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga

- Pewarta

Kamis, 27 September 2018 - 04:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis 27/9/2018 pagi WIB), setelah Federal Reserve memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya untuk ketiga kalinya tahun ini.

The Fed menaikkan suku bunga jangka pendek sebesar seperempat persentase poin (25 basis poin), kenaikan suku bunga ketiga tahun ini dan langkah kedelapan sejak akhir 2015.

“Mengingat realisasi dan ekspektasi kondisi-kondisi pasar kerja dan inflasi, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan untuk menaikkan kisaran target untuk suku bunga federal fund (FFR) menjadi 2,00 persen hingga 2,25 persen,” kata bank sentral dalam sebuah pernyataan setelah mengakhiri pertemuan dua hari.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

The Fed mengatakan pasar tenaga kerja AS terus menguat dan kegiatan ekonomi telah “meningkat pada tingkat yang kuat”, dengan belanja rumah tangga dan investasi bisnis tumbuh tinggi.

Bank sentral memperkirakan ekonomi AS akan tumbuh 3,1 persen tahun ini, lebih tinggi dari 2,8 persen yang diperkirakan pada Juni, menurut proyeksi ekonomi terbaru The Fed yang dirilis pada Rabu (26/9/2018).

Pertumbuhan ekonomi yang solid dan tingkat pengangguran yang menurun cenderung menjaga The Fed pada jalur stabil menuju pengetatan kebijakan moneter untuk mencegah ekonomi AS dari “overheating” (terlalu panas), kata para analis.

“The Fed tidak lagi memperpangjang klaim kebijakan akomodatif. Perubahan ini mencerminkan kemungkinan suku bunga fed fund sedang mendekati netral, tetapi tentu saja FOMC (Komite Pasar Terbuka Federal) tidak diperkirakan akan berhenti pada netral,” kata Chris Low, kepala ekonom di FTN Financial, dalam sebuah catatan.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,05 persen menjadi 94,1791 di akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,1762 dolar AS dari 1,1767 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3184 dolar AS dari 1,3186 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik ke 0,7276 dolar AS dari 0,7249 dolar AS.

Dolar AS dibeli 112,83 yen Jepang, lebih rendah dari 112,93 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS menguat menjadi 0,9650 franc Swiss dari 0,9649 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3002 dolar Kanada dari 1,2950 dolar Kanada. (pep)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru