Dolar AS Melonjak Setelah Fed Naikkan Suku Bunga

- Pewarta

Jumat, 28 September 2018 - 03:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS melonjak terhadap mata uang utama lainnya di akhir perdagangan Kamis (Jumat 28/9/2018 pagi WIB), karena investor terus mengantisipasi keputusan Federal Reserve AS menaikkan suku bunga acuannya.

The Fed pada Rabu (26/9/2018) menaikkan suku bunga pinjaman jangka pendek sebesar seperempat persen, menjadi kenaikan suku bunga ketiga tahun ini dan langkah kedelapan sejak akhir 2015.

The Fed mengatakan pasar tenaga kerja AS telah “terus menguat” dan kegiatan ekonomi telah “meningkat pada tingkat yang kuat”, dengan belanja rumah tangga dan investasi tetap (fixed investment) perusahaan tumbuh “kuat”.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, bank sentral memperkirakan ekonomi AS akan tumbuh 3,1 persen tahun ini, lebih tinggi dari 2,8 persen yang diperkirakan pada Juni, menurut proyeksi ekonomi terbaru The Fed yang dirilis pada Rabu (26/9/2018).

Para analis mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi yang kuat dan tingkat pengangguran yang menurun cenderung menjaga The Fed pada jalur stabil menuju pengetatan kebijakan moneter guna mencegah ekonomi AS dari “overheating” (terlalu panas).

Di sisi ekonomi, jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran meningkat lebih dari yang diperkirakan pada minggu lalu.

Dalam pekan yang berakhir 22 September, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran yang disesuaikan secara musiman mencapai 214.000, meningkat 12.000 dari tingkat direvisi pekan sebelumnya, kata departemen tenaga kerja pada Kamis (27/9/2018). Tingkat minggu sebelumnya direvisi naik 1.000 dari 201.000 menjadi 202.000.

Rata-rata pergerakan 4-minggu mencapai 206.250, meningkat 250 dari rata-rata direvisi minggu sebelumnya. Rata-rata minggu sebelumnya direvisi naik 250 dari 205.750 menjadi 206.000, menurut departemen.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, meningkat 0,76 persen menjadi 94,8970 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1658 dolar AS dari 1,1762 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,3087 dolar AS dari 1,3184 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia merosot ke 0,7210 dolar AS dari 0,7276 dolar AS.

Dolar AS dibeli 113,42 yen Jepang, lebih tinggi dari 112,83 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS juga naik menjadi 0,9775 franc Swiss dari 0,9650 franc Swiss, dan menguat menjadi 1,3039 dolar Kanada dari 1,3002 dolar Kanada. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru