Dolar AS Melemah di Tengah Laporan Pertumbuhan Ekonomi Terbaru

- Pewarta

Kamis, 30 Agustus 2018 - 03:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS melemah terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis 30/8/2018 pagi WIB), karena investor mencerna data pertumbuhan ekonomi negara tersebut yang baru dirilis.

Pertumbuhan ekonomi AS direvisi ke tingkat tahunan 4,2 persen pada kuartal kedua tahun ini, sedikit lebih tinggi dari 4,1 persen yang diperkirakan sebelumnya, Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Rabu (29/8/2018).

Pertumbuhan yang kuat pada kuartal kedua didukung oleh “rebound” dalam belanja konsumen, investasi bisnis dan ekspor, menurut departemen tersebut.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengeluaran konsumsi pribadi, yang mencapai lebih dari dua pertiga dari keseluruhan ekonomi, tumbuh pada tingkat tahunan 3,8 persen pada kuartal kedua, sedikit lebih rendah dari 4,0 persen yang diperkirakan sebelumnya, tetapi lebih tinggi dari pertumbuhan 0,5 persen pada kuartal pertama.

Sementara itu, penjualan “pending home” AS (rumah yang pengurusannya belum selesai) jatuh untuk bulan ketujuh berturut-turut pada Juli.

Kontrak-kontrak yang ditandatangani untuk membeli rumah jadi turun 0,7 persen pada Juli dibandingkan dengan Juni, menurut indeks penjualan “pending home” National Association of Realtors. Indeks turun 2,3 persen dibandingkan dengan Juli 2017.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,11 persen menjadi 94,605 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi 1,1698 dolar AS dari 1,1696 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3020 dolar AS dari 1,2867 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7299 dolar AS dari 0,7335 dolar AS.

Dolar AS dibeli 111,69 yen Jepang, lebih tinggi dari 111,21 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9713 franc Swiss dari 0,9766 franc Swiss, dan merosot ke 1,2917 dolar Kanada dari 1,2931 dolar Kanada.
(pep)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru