Dolar AS Jatuh Setelah Fed Naikkan Suku Bunga sesuai Prediksi Pasar

- Pewarta

Kamis, 27 Juli 2023 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi:  Dolar AS  terus menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya/Dok.

Foto ilustrasi: Dolar AS terus menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya/Dok.

MEDIA EMITEN – Dolar AS jatuh terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah Federal Reserve menyampaikan kenaikan suku bunga sesuai prediksi pasar sebesar 25 bps.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,49% menjadi 100,9027 pada akhir perdagangan.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, seperti yang diantisipasi secara luas, untuk menargetkan kisaran 5,25% hingga 5,5%, mencapai level tertinggi dalam 22 tahun.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Inflasi AS tetap jauh di atas target bank sentral sebesar dua persen, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan, semalam, bahwa akan membutuhkan waktu untuk menurunkan kembali kenaikan harga-harga. “Proses menurunkan inflasi menjadi dua persen masih jauh.”

The Fed mengatakan “akan terus menilai informasi tambahan dan implikasinya terhadap kebijakan moneter,” menyatakan pertemuan FOMC berikutnya bisa menjadi kenaikan lain, atau bisa jeda atau lewati lagi. Banyak analis memperkirakan The Fed kemungkinan akan selesai untuk siklus ini.

“Perhatian sekarang tertuju pada apakah FOMC akan memberikan kenaikan 25 basis poin tambahan tahun ini atau tidak,” kata Michael Brown, Analis Pasar di Trader X.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS dua tahun stabil di sekitar 4,9% dan imbal hasil 10 tahun mendekati 3,9%, serupa dengan level yang dipegang sebelum pernyataan tersebut.

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi 1,1105 dolar AS dari 1,1045 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2957 dolar AS dari 1,2892 dolar AS.

Dolar AS dibeli 139,9900 yen Jepang, lebih rendah dari 141,0230 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,8605 franc Swiss dari 0,8646 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3198 dolar Kanada dari 1,3167 dolar Kanada. Dolar AS naik menjadi 10,3921 krona Swedia dari 10,3802 krona Swedia.

Berita Terkait

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya
PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis
RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan
Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis
Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment
Nikmati Liburan dengan Rental Mobil Bandung Lepas Kunci
Perkuat Struktur Pendanaan Jangka Panjang, BRI Fokus Himpun Dana Murah
BRImo Siap Layani Kebutuhan Transaksi Finansial Kapan Saja, Liburan Lebih Tenang

Berita Terkait

Sabtu, 8 November 2025 - 04:56 WIB

Panduan Cara Memahami Bisnis Bitcoin dan Cara Membelinya

Rabu, 8 Oktober 2025 - 10:55 WIB

PT STM Sukseskan MotoGP Mandalika 2025, Sediakan Helikopter untuk Transportasi dan Evakuasi Medis

Senin, 22 September 2025 - 17:21 WIB

RIIFO Indonesia Memperkenalkan RIIFO Design & RIIFO Care, Solusi Inovatif untuk Industri Perpipaan

Jumat, 19 September 2025 - 21:34 WIB

Ketahui Fungsi Platform Payment di Indonesia, Mudah dan Aman untuk Transaksi Bisnis

Jumat, 12 September 2025 - 07:09 WIB

Mega Jaya, Lebih dari Sekadar Distributor Lifting Equipment

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB