MEDIA EMITEN – Dolar AS jatuh terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Fed mengisyaratkan kenaikan suku bunga akan jeda (dihentikan).
Ketua Federal Reserve Jerome Powell berkomentar pada Jumat waktu AS bahwa situasi di sistem perbankan terkendali dan Fed tidak perlu menaikkan suku bunga sebanyak yang diperkirakan sebelumnya. Pernyataan Powell yang cukup dovish, bertentangan dengan ekspektasi pasar.
Hal ini memicu indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,37% menjadi 103,1924 pada akhir perdagangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi 1,0807 dolar dari 1,0767 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2448 dolar dari 1,2404 dolar AS pada sesi sebelumnya.
Dolar AS dibeli 138,0760 yen Jepang, lebih rendah dari 138,6390 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,8998 franc Swiss dari 0,9050 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3509 dolar Kanada dari 1,3510 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 10,5292 krona Swedia dari 10,5839 krona Swedia.
Sementara itu, dilaporkan bahwa pembicaraan berisiko tinggi tentang peningkatan batas utang pemerintah AS tiba-tiba terhenti pada Jumat (19/5/2023) setelah negosiator Republik keluar dari ruangan. Tidak jelas apakah negosiasi akan dilanjutkan akhir pekan ini.
Berita itu menekan dolar AS yang telah menguat tiga hari beruntun.






