Dolar AS Bertahan Kuat di Tengah Sentimen Global yang Rapuh

- Pewarta

Senin, 29 Oktober 2018 - 06:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Tokyo – Kurs dolar AS bertahan kuat terhadap sekeranjang mata uang utama saingannya pada Senin pagi (29/10/2018), tidak jauh dari tingkat tertinggi 10-pekan, setelah data menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS melambat kurang dari yang diharapkan, dan karena sentimen risiko global tetap rapuh.

Mata uang AS telah menemukan dukungan baru-baru ini pada pembelian safe-haven karena permintaan investor untuk aset-aset berisiko menurun drastis di pasar ekuitas dunia di tengah kekhawatiran laba perusahaan, ketidakpastian geopolitik dan pertumbuhan global.

“Perkembangan di pasar ekuitas AS adalah fokus utama di pasar valuta asing,” kata Kepala Ahli Strategi Mata Uang di Mizuho Securities, Masafumi Yamamoto seperti dikutip Reuters.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada Senin, indeks dolar AS, yang mengukur kinerja greenback terhadap keranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,15 persen menjadi 96,499. Indeks telah naik 1,4 persen bulan ini.

Pada Jumat (26/10), indeks dolar naik ke setinggi tingkat 96,860, angka terbaiknya15 Agustus, setelah data menunjukkan ekonomi AS melambat kurang dari yang diperkirakan pada kuartal ketiga, sebelum berbalik turun menjadi berakhir 0,3 persen lebih rendah pada hari itu.

Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan China, dan laju kenaikan suku bunga stabil oleh Federal Reserve, telah mendorong dolar AS, yang berfungsi sebagai safe haven di saat-saat terjadi gejolak dan tekanan ekonomi.

Perekonomian AS yang relatif kuat juga telah mendukung dolar AS, meskipun beberapa laba perusahaan yang lemah sudah mulai menimbulkan keraguan tentang prospek pertumbuhan, terutama dalam sebuah lingkungan meningkatnya biaya pinjaman.

Euro merosot 0,1 persen menjadi 1,1390 dolar AS, sekalipun mitra koalisi junior Kanselir Jerman Angela Merkel memberinya konservatif hingga tahun depan untuk menyampaikan lebih banyak hasil kebijakan.

Euro telah kehilangan 1,8 persen bulan ini karena kekhawatiran anggaran belanja bebas Italia yang akan melanggar aturan fiskal Uni Eropa. Pasar telah gelisah dan imbal hasil obligasi Italia telah melonjak sejak September, karena UE tidak menyetujui rencana anggaran Roma.

Terhadap yen, dolar AS bertahan stabil di 111,92 yen. Dolar AS telah melemah 2,3 persen terhadap yen, yang juga bertindak sebagai safe haven di saat gejolak geopolitik, dari tingkat tertinggi dalam lebih dari 11 bulan di 114,55 yen yang tercapai pada 4 Oktober.

“Jika ada aksi jual lainnya dalam ekuitas AS menyusul hasil-hasil perusahaan, saya pikir akan ada tekanan turun lebih jauh pada dolar AS/yen,” kata Yamamoto Mizuho.

Jair Bolsonaro, anggota parlemen sayap kanan, memenangkan pemilihan presiden Brasil pada Minggu (28/10), menunggang gelombang frustrasi atas korupsi dan kejahatan yang membawa ayunan dramatis ke sayap kanan di demokrasi terbesar keempat di dunia itu.

Pada pukul 01.30 GMT, mata uang real Brasil belum diperdagangkan. Real mengakhiri sesi perdagangan Jumat (26/10) di 3,6426 per dolar AS.

Yamamoto memperkirakan para pedagang akan menguangkan long position di real Brasil yang sebagian besar diambil di minggu-minggu menjelang pemilu pada Minggu (28/10).

“Tampaknya pasar mengharapkan bahwa di bawah pemerintahan Bolsonaro, reformasi pensiun dan pengurangan defisit fiskal dapat maju,” kata Yamamoto.

“Saya pikir perkembangan di depan itu akan sangat lambat atau akan menerima kesulitan.” (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

Thunes Luncurkan Pembayaran di Waktu Nyata ke Selandia Baru

Selasa, 21 Apr 2026 - 02:00 WIB