Dari Rugi, MDKA Cetak Laba US$ 69,6 Juta pada Triwulan I 2022

- Pewarta

Rabu, 18 Mei 2022 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi:  PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)/Dok.

Foto ilustrasi: PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)/Dok.

MEDIA EMITEN – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mencatatkan laba bersih senilai US$ 69,654 juta dalam tiga bulan pertama tahun 2022, membalikkan arah dari kinerja periode sama tahun 2021 yang tercatat rugi bersih US$ 4,981 juta.

Laba per saham dasar saat ini berada di level USD0,003, sedangkan akhir Maret 2021 tercatat rugi per saham dasar USD0,0002.

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan triwulan I- 2022 dengan penelaahan terbatas emiten tambang emas itu yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 18 Mei 2022.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, pendapatan usaha melonjak 167,3% menjadi US$ 123,08 juta  yang ditopang penjualan  emas, perak dan katoda tembaga kepada Precious Metals Global Markets (HSBC) senilai US$ 76,712 juta, atau naik 188,3% dibandingkan triwulan I-2021 sebesar USD26,629 juta.

Sedangkan penjualan ke Mitsui & Co Ltd naik 231,4% menjadi US$ 23,286 juta. Bahkan triwulan I-2022 ini perseroan membukukan penjualan ke Metal Challenge Co Ltd senilai US$ 12,637 juta, sedangkan periode yang sama tahun lalu nihil. Di sisi lain, penjualan ke PT Karya Sumiden Indonesia nihil, sedangkan triwulanI- 2021 tercatat senilai US$5,982 juta.

Walau beban pokok pendapatan membengkak 58,9% menjadi US$ 77,454 juta, tapi perseroan dapat menorehkan laba kotor senilai US$ 45,632 juta.

Sementara itu, aset tumbuh 38,2% menjad US$ 1,767 miliar karena obligasi naik 111,1% menjadi US$ 266,71 juta.

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru