Bursa Australia Sibuka Lebih Rendah, Terseret Saham Sumber Daya Alam

- Pewarta

Kamis, 4 April 2019 - 03:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Sydney – Saham-saham pada Bursa Australia turun tajam pada awal perdagangan Kamis pagi (4/4/2019), tertekan sektor sumber daya dan layanan kesehatan berkontribusi terhadap kerugian yang lebih luas.

Pada pukul 10.30 waktu setempat, indeks acuan S&P/ASX 200 turun 27,70 poin atau 0,44 persen menjadi diperdagangkan di 6.257,30 poin, sedangkan Indeks All Ordinaries yang lebih luas berkurang 25,60 poin atau 0,40 persen pada 6.344,30 poin.

Setelah mencapai tertinggi enam bulan pada Rabu (3/4), pasar saham Australia berbalik, dengan perusahaan-perusahaan energi terus menyeret pasar lebih rendah dan penambang membebani meskipun harga-harga komoditas naik.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pasar saham secara global kembali ke level yang tidak terlihat sejak Oktober tahun lalu, karena pedagang obligasi mulai menjual dengan sungguh-sungguh,” kata Analis Pasar Commsec, Michael McCarthy.

“Kekhawatiran masih tentang prospek untuk Eropa, tetapi data terbaru dari China dan AS menunjukkan prospek pertumbuhan yang lebih kuat daripada yang diperhitungkan oleh pasar-pasar suku bunga.”

“Kurangnya data makro yang signifikan hari ini berarti pasar lokal dapat fokus pada pendorong domestik.”

Di sektor keuangan, bank-bank besar Australia bervariasi, dengan Commonwealth Bank naik 0,14 persen, Westpac Bank turun 0,38 persen, ANZ turun 0,42 persen dan National Australia Bank turun 0,39 persen.

Saham-saham pertambangan merosot, dengan BHP turun 1,13 persen, Rio Tinto turun 0,65 persen, Fortescue Metals turun 1,54 persen, dan penambang emas Newcrest turun 1,19 persen.

Produsen-produsen minyak dan gas juga merosot, dengan Oil Search turun 1,37 persen, Santos turun 1,02 persen, dan Woodside Petroleum turun 1,09 persen.

Supermarket terbesar Australia melemah dengan Coles turun 0,33 persen, dan Woolworths turun 0,23 persen.

Sementara itu raksasa telekomunikasi Telstra tidak berubah, operator penerbangan nasional Qantas kehilangan 0,60 persen, dan perusahaan biomedis CSL turun 0,66 persen. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru